Dua Orang Tewas Dalam Serangan ke Gedung Capitol Amerika, Presiden Biden Merasa Hancur
Seseorang yang tidak dikenal menabrakkan kendaraannya ke arah kedua personel yang menjaga kompleks gedung Kongres Amerika itu.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dua orang dilaporkan tewas dalam serangan ke Gedung Capitol Amerika Serikat pada hari Jumat 2 April 2021 waktu setempat atau Sabtu 3 April 2021 WIB.
Dua orang tewas yaitu si pelaku yang menabrakkan mobilnya dan seorang anggota polisi yang menjaga Gedung Capitol.
Seseorang yang tidak dikenal menabrakkan kendaraannya ke arah kedua personel yang menjaga kompleks gedung Kongres Amerika itu.
Demikian disampaikan Penjabat Kepolisian Gedung Capitol, Yogananda Pittman, dalam keterangan pers tak lama setelah insiden tersebut.
Baca juga: Gedung Capitol AS Dijaga Ribuan Tentara Akibat Teori Konspirasi Qanon, Ini Isinya
Baca juga: Pendukung Donald Trump Berniat Meledakkan Gedung Capitol dan Bunuh Anggota Kongres
“Dengan berat hati saya harus menyampaikan bahwa salah seorang polisi Gedung Capitol yang diserang tadi meninggal dunia karena luka-luka yang dideritanya. Seorang lainnya masih dirawat di rumah sakit karena luka-lukanya,” ujarnya.
Tersangka pelaku, yang belum diidentifikasi itu, menabrak mobil yang dikendarainya ke arah kedua petugas yang menjaga gedung Capitol dan keluar dari mobil dengan membawa pisau.
“Kedua polisi Gedung Capitol memerintahkannya untuk meletakkan pisau, tapi ia tidak menanggapi dan menyerang keduanya,” papar Pittman kepada wartawan.
Serangan itu terjadi pada satu di antara pos pemeriksaan di dekat gedung Kongres, di mana Senat berada.
Puluhan personel Garda Nasional kembali diturunkan di Gedung Capitol setelah serangan ini.
Garda Nasional memang telah diturunkan untuk menjaga Gedung Capitol pasca penyerbuan para pendukung Trump 6 Januari 2021 lalu ketika Kongres akan mengesahkan kemenangan Joe Biden dalam pemilihan presiden November 2020.
Jumlah personel Garda Nasional ditambah saat pelantikan Joe Biden sebagai presiden 20 Januari.
Penjabat Kepala Departemen Kepolisian Metropolitan Washington Robert Contee mengatakan motif pelaku tampaknya tidak terkait dengan terorisme.
"Tampaknya tidak ada kaitannya dengan terorisme, tetapi jelas kami akan terus menyelidikinya," kata Contee.
Presiden AS Joe Biden mengatakan, dia merasa hancur atas dengan serangan itu dan memerintahkan bendera di Gedung Putih diturunkan menjadi setengah tiang.
Dalam sebuah pernyataan, Biden mengatakan bahwa dia diberi tahu tentang penyelidikan atas serangan di Gedung Capitol tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/serangan-gedung-capitol.jpg)