Bali United
WCP Sukses Bikin Permainan Bali United Tak Berkembang
Pelatih Persita Tangerang, Widodo Cahyono Putro, terlihat tenang berada di bench pemain saat timnya menghadapi Bali United
Penulis: Marianus Seran | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Laporan Wartawan Tribun Bali, Marianus Seran
TRIBUN-BALI.COM, YOGYAKARTA - Pelatih Persita Tangerang, Widodo Cahyono Putro, terlihat tenang berada di bench pemain saat timnya menghadapi juara bertahan Liga 1 Indonesia 2022, Bali United, Jumat 2 April 2021 di Stadion Maguwoharjo Sleman, Yogyakarta.
Berbeda dengan sosok pelatih Bali United Stefano, Cuggura Teco, yang agresif berteriak sepanjang laga berlangsung.
Teco tak pernah duduk di bench.
Dia berteriak memberi arahan kepada pemain, juga mempresur wasit, hakim garis yang bertugas jika keputusan yang diambil tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Baca juga: Susah Payah Lolos Grup D, Pemain Muda Persita Dominasi dan Tahan Bali United 1-1
Baca juga: Ini Komentar Teco Jika Bali United Bentrok Lawan Persebaya Jika Lolos di Grup C Piala Menpora 2021
Baca juga: Hajar Persiraja 2-1, Persib Bandung Susul Bali United ke Babak Delapan Besar Piala Menpora 2021
Baik Teco atau Widodo harus puas dengan hasil seri 1-1.
Keunggulan Bali United menit 14 lewat gol heading Ilija Spaso dibalas Taufiq Febriyanto menit 54.
Bali United hanya mampu mengukir satu poin untuk memastikan diri lolos sebagai runer up grup D mendampingi juara grup Persib Bandung ke babak perempat final Piala Menpora.
Bali United bersiap hadapi juara grup C yang masih menjadi rebutan beberapa tim kuat seperti Persebaya Surabaya, Madura United, PS Sleman dan Persela Lamongan.
Usai laga Bali United vs Persita, pelatih Widodo Cahyono Putro mengungkapkan dirinya dan semua pemain sukses menghentikan dominasi Serdadu Tridatu.
Mantan pelatih Bali United ini mengatakan, pemain bisa aplikasi skema yang dicoba di latihan pada pertandingan.
Mereka sukses membuat permainan Bali United tak berkembang.
"Kami percaya proses, seperti saya katakan sebelumnya bawah laga nanti akan menarik. Terbukti pemain kami bisa aplikasi dari latihan bagaimana, pemain bisa mengunci pemain mereka agar tak bisa berkembang leluasa," tegas WCP usai laga kemarin.
Dia mengatakan, dengan persiapan mepet hanya seminggu, pemain bisa menunjukkan kerja keras di lapangan.
"Terima kasih pemain yang sudah kerja keras. Pada dua laga sebelumnya kami mencari komposisi terbaik. Karena persiapan kami mepet. Banyak pemain baru datang. Seperti pemain muda usia 20 dan tiga pemain dari luar,” ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kadek-agung-bali-united-0987.jpg)