Berita Denpasar

Prodi Seni Rupa Murni ISI Denpasar Gelar Pameran Makna Murni, Tampilkan 30 Karya

Ketua panitia pameran, Pande Komang Budiarsana mengatakan pameran ini berlangsung selama 4 hari mulai tanggal 6 – 10 April 2021.

Penulis: Putu Supartika | Editor: Noviana Windri
(Tribun Bali/Rizal Fanany)
Pengunjung mengamati karya seni rupa yang dipajang dalam pameran bertajuk "Dua Sisi" di Gedung Alaya, Denpasar, Bali, Rabu 7 April 2021. Pameran yang menampilkan sekitar 30 karya berbentuk lukisan, patung dan instalasi karya mahasiswa Seni Murni Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar tersebut untuk memberi ruang apresiasi dan meningkatkan kreativitas mahasiswa selama masa pandemi COVID-19. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sebanyak 30 karya seni dipamerkan di ruang pameran Gedung Dharmanegara Alaya, Denpasar.

Pameran ini digelar oleh mahasiswa Program Studi Seni Rupa Murni, Fakultas Seni Rupa dan Desain, ISI Denpasar.

Ketua panitia pameran, Pande Komang Budiarsana mengatakan pameran ini berlangsung selama 4 hari mulai tanggal 6 – 10 April 2021.

“Pameran ini bertajuk Makna Murni Dua Sisi, itu diambil dari nama Prodi kami yakni Seni Murni,” kata Pande, Rabu, 7 April 2021.

Sementara Dua Sisi dimaksudkan sebagai ekspresi dari mahasiswa berkarya yakni sebagai tugas kuliah dan secara bebas.

Angkat Tema Antariksa, Mahasisa ISI Denpasar Gelar Pameran Komik di Alaya Denpasar Bali

Kadisbud Bali Wayan Kun Adnyana Terpilih Sebagai Rektor ISI Denpasar

9 dari 18 Nama Calon Anggota Ombudsman RI Periode 2021-2026 Pilihan DPR, Ada Dosen ISI Denpasar

“Bentuk goresannya berbeda yang mewakili dua sisi. Yang dipamerkan ada karya tugas dan karya bebas,” kata mahasiswa semester 4 ini.

Sementara itu, objek yang dipamerkan berupa lukisan, patung, tapel ogoh-ogoh, hingga seni instalasi dari rotan.

Pande menambahkan, pameran ini merupakan syarat mereka agar nantinya bisa mengikuti Tugas Akhir (TA).

Dimana untuk pelaksanaan TA ini mereka harus mengikuti minimal tiga kali pameran.

Selain itu, dengan pameran ini mereka juga ingin menunjukkan kebebasannya dalam berekspresi.

“Kami tidak terkekang oleh halangan apapun, kami berkarya dari hati dan sesuai suara hati,” tuturnya.

Sebenarnya, pameran ini rencananya digelar secara virtual.

Akan tetapi, dikarenakan ini merupakan pameran pertama, maka mereka melakukannya secara offline.

Pande menambahkan, dengan adanya pandemi Covid-19 ini mereka juga bisa lebih produktif dalam berkarya.

Selain pameran, juga akan digelar workshop sketsa kreatif dengan pemateri dari dosen Seni Rupa Murni. (*)

Berita terkait ISI Denpasar di sini

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved