Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Granada vs Manchester United, Ancaman Serdadu Tua

ROBERTO Soldado sulit melupakan gol profesional pertamanya. Gol itu terjadi 16 tahun lalu saat ia memperkuat Real Madrid di Liga Champions

CLIVE BRUNSKILL / POOL / AFP
Striker Inggris Manchester United Mason Greenwood merayakan mencetak gol kedua timnya dengan rekan satu tim selama pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Manchester United dan Brighton dan Hove Albion di Old Trafford di Manchester, Inggris barat laut, pada 4 April 2021 - Granada vs Manchester United, Ancaman Serdadu Tua 

TRIBUN-BALI.COM - ROBERTO Soldado sulit melupakan gol profesional pertamanya. Gol itu terjadi 16 tahun lalu saat ia memperkuat Real Madrid di Liga Champions.

Umpan silang David Beckham ditanduknya untuk menjebol gawang Olympiakos.

"Gol yang tak akan pernah dilupakan," kata Soldado mengenang. Striker Spanyol berusia 35 tahun ini kini sedang membidik gol lagi di Eropa, yang mungkin akan jadi gol terakhirnya.

Masa keemasan Soldado bersama Los Galacticos tinggal jadi kenangan indah.

Baca juga: Racikan Ampuh Tuchel Saat Chelsea Hajar Tuan Rumah Porto di Liga Champions, The Blues Comeback!

Baca juga: 5 Fakta Menarik Pemain Chelsea Sukses Cetak Rekor dan Sejarah Saat Kalahkan Porto di Liga Champions

Baca juga: Hasil Porto vs Chelsea Babak 8 Besar Liga Champions, The Blues Ciamik, Mount dan Chilwell Cetak Gol

Dia mengembara di tiga negara, memperkuat delapan tim, dari Madrid ke Tottenham Hotspur, hingga ke Fenerbahce.

Kini, ia sedang ikut merintis klub kecil asal Spanyol, Granada mencapai prestasi terbaik mereka sepanjang sejarah.

Klub asal Andalusia ini akan menjamu Manchester United dalam leg pertama perempatfinal Liga Europa di stadion Nuovo Los Carmenes, yang kapasitas penontonnya hanya 19 ribuan tempat duduk.

Tak ada tim yang kariernya melesat secepat Granada.

Tim dari Andalusia ini finis di urutan kesepuluh di divisi dua Spanyol tiga tahun lalu.

Dan kini di tangan pelatih Diego Martinez, mereka debut di Liga Europa, dan sedang di ambang babak semifinal.

"Sejak dia datang, tim ini melesat terus ke angkasa," kata Soldado memuji.

Martinez berusia 37 tahun saat menangani Granada, dan sekarang disebut-sebut sebagai pelatih paling berbakat di Spanyol.

Keampuhan strategi Jimenez, dan ketajaman Soldado akan diuji saat tim keempat termiskin di La Liga ini menyambut United yang nota bene klub keempat terkaya di dunia.

"Kami tim kecil dengan ambisi raksasa. Kami bisa mengalahkan mereka," kata sang striker.

Granada telah melalui perjalanan yang sangat panjang untuk sampai di babak ini.

Mereka mengalahkan Teuta 4-0 di babak kualifikasi kedua, Locomotive Tbilisi 2-0 di kualifikasi ketiga, dan Malmo 3-1 di play-off.

Granada kemudian menjadi runner-up Grup E di bawah PSV Eindhoven dan lolos ke fase knockout.
Los Carmenes lantas menyingkirkan tim kuat Italia, Napoli, dengan agregat 3-2 di babak 32 besar.

Setelah itu, mereka mengeliminasi Molde dari Norwegia juga dengan agregat 3-2 di babak 16 besar.

Namun, Granada yang kini di posisi sembilan klasemen sementara La Liga, tak sedang dalam performa terbaiknya.

Klub berjuluk Los Carmenes ini kalah tiga kali beruntun di tiga laga terakhir.

Tim kecil tanpa pemain bintang ini memang sulit konsisten.

Dari 14 laga terakhir, mereka hanya bisa empat kali menang. Dan Los Carmenes sepertinya membutuhkan penampilan sempurna 100 persen, jika bukan keajaiban, untuk bisa mencuri kemenangan atas United dini hari nanti.

Sebab United, yang bertabur pemain bintang, di atas kertas bukan tandingan mereka.

Skuat asuhan Ole Gunnar Solskjaer ini pun punya rekor cemerlang saat bertandang: tak terkalahkan di 14 laga tandang di berbagai kompetisi.

Rekor itu baru berakhir di laga tandang terakhir saat ditekuk Leicester City 3-1 di Stadion King Power di Piala FA (22 Maret 2021) lalu.

Dan Ole menjadikan Liga Europa ini sebagai satu-satunya target trofi yang masih bisa dikejar musim ini.

Di Piala FA sudah tersingkir, di Piala Liga Inggris juga sudah tersisih.

Sedang kans di Liga Primer sepertinya sangat sulit, mengingat kuatnya dominasi Manchester City.

Setan Merah lengser ke Liga Europa setelah tersingkir di fase grup Liga Champions, kalah bersaing dengan PSG dan RB Leipzig.

Terlempar ke babak 32 besar Liga Europa, United menyingkirkan wakil Spanyol, Real Sociedad, dengan agregat 4-0.

Di babak 16 besar, United menghentikan langkah raksasa Italia, AC Milan, dengan agregat 2-1.

Tekad menjuarai Liga Europa ini dikumandangkan jenderal lapangan tengah, Bruno Fernandes.

"Klub ini dilahirkan untuk meraih trofi. Terakhir kami gagal di Piala Liga Inggris. Itu bukan momen kami. Tapi di Liga Europa ini kami harus ke final, dan juara," ujarnya bertekad.

Gelandang asal Portugal ini tampil inspirasional sejak bergabung dari Sporting tahun lalu.

Mengemas 35 gol, dan 22 assists dari 68 laga di berbagai kompetisi.

Tapi hal itu ternyata masih belum mampu mendongkrak United untuk naik level lebih tinggi.

Setan Merah belum juga meraih trofi, sejak terakhir mengangkat trofi Liga Europa 2017 lalu.

United masih tanpa Anthony Martial yang cedera. Kondisi Marcus Rashford juga masih meragukan.
Namun, mereka tetap masih punya para penyerang jempolan seperti Edinson Cavani, Mason Greenwood, sampai Paul Pogba, dan Scott McTominay.

Liga Europa
Leg ke-2 Perempatfinal
Stadion Nuevo Los Carmenes, Granada
Jumat (9 April 2021) dini hari

K-K-K-M-M
Granada 4-2-3-1
Silva; Vallejo, Duarte, Sanchez, Diaz; Gonalons, Eteki; Kenedy, Herrera, Machis; Soldado

M-K-M-M-S
Manchester United 4-2-3-1
De Gea; Wan-Bissaka, Lindelof, Maguire, Shaw; Fred, Pogba; Greenwood, Fernandes, James; Cavani

(Tribunnews/den)

Kumpulan Artikel Sepakbola

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved