Breaking News:

Vaksinasi

Vaksin Merah Putih Bakal Mendapat Izin Darurat Pada Akhir 2021

Jika tak ada halangan berarti, vaksin Covid-19 buatan anak bangsa itu diproyeksikan akan mendapat izin darurat pada akhir 2021.

Foto Gugus Tugas Covid-19
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito saat jumpa pers di Kantor Presiden, Selasa 1 September 2020. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Pengembangan vaksin Merah Putih yang dilakukan oleh Lembaga Biologi Molekuler Eijkman dan Universitas Airlangga Surabaya masih terus berjalan.

Jika tak ada halangan berarti, vaksin Covid-19 buatan anak bangsa itu diproyeksikan akan mendapat izin darurat pada akhir 2021.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Penny Lukito mengatakan, untuk vaksin Merah Putih yang dikembangkan Unair diharapkan sudah mampu dilakukan uji pra klinik dengan binatang mulai 9 April mendatang.

"Diharapkan selesai September atau Oktober 2021. Dan emergency use authorization (EUA) bisa diberikan di 2021, baru mulai produksi massal," kata Penny dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, Kamis 8 April 2021.

Baca juga: Vaksin Covid-19 Merah Putih Paling Cepat Tersedia Pada Triwulan Ketiga 2021, Ini Kata Menristek

Baca juga: Survei: Publik Yakin Vaksin Covid-19 Merah Putih Akhiri Pandemi

Baca juga: Vaksin Merah Putih Mulai Diproduksi 2022, Begini Penjelasan Erick Thohir

Sementara untuk perkembangan vaksin Merah Putih yang dikembangkan oleh Eijkman.
Penny mengatakan uji klinisnya belum berjalan. Hanya saja, seed vaksin sudah diserahkan ke PT Biofarma.

"Harapannya uji klinik akan selesai paruh kedua 2022 dan produksi massal Oktober 2020. EUA diberikan pada September 2022," ujarnya.

Sebelumnya Direktur Utama PT Bio Farma (Persero), Honesti Basyir mengatakan, saat ini vaksin Merah Putih masih berada dalam tahap pengembangan oleh tujuh lembaga yang terdiri dari lima perguruan tinggi dan dua lembaga penelitian.

Mereka adalah Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Indonesia (UI), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dan Lembaga Eijkman.

Harapan Honesti, Bio Farma sudah bisa menerima bibit vaksin dari lembaga-lembaga pengembang di atas pada bulan April 2021.

”Sekarang mereka berada pada tahap pengembangan vaksinnya. Mungkin kalau yang tercepat ada Eijkman. Eijkman ini sudah sampai ke final dari pengembangan si vaksin,” kata Honesti dalam acara Virtual MarkPlus bertajuk The Resilience of the Pharmaceutical Industry in Pandemic Era, Rabu 7 April 2021.

Halaman
12
Editor: DionDBPutra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved