Breaking News:

Berita Gianyar

Gencar Sidak Duktang, Kasatpol PP Gianyar: Kita Tidak Memblack List Pendatang, Tapi Demi Keamanan

"Intinya, kita kan antisipasi terkait bom Makasar dan di mabes polri. Kita ingin menciptakan ketentraman, ketertiban dan perlindungan masyarakat,"

Tribun Bali/Wayan Eri Gunarta
Kasatpol PP Gianyar, Made Watha 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Dalam mengantisipasi kerawanan wilayah pasca teror bom bunuh diri di Makassar dan penyerangan Mabes Polri, Satpol PP Gianyar bersama aparat terkait rutin menggelar sidak penduduk pendatang (duktang).

Dimana dari hasil penyisiran di sejumlah tempat, pihak Satpol PP Gianyar berhasil mendapati sedikitnya 24 orang di Kecamatan Blahbatuh yang tinggal tampa melaporkan diri ke keoala wilayah.

Namun dari semua duktang yang disidak ini, tidak ditemukan adanya hal yang mencurigakan.

Kepala Satpol PP Gianyar, Made Watha, Minggu 11 April 2021 membenarkan pihaknya mengintensifkan sidak penduduk pendatang pasca bom bunuh diri di Makassar dan penyerangan Mabes Polri. 

Namun Watha menegaskan, hal ini dilakukan bukan karena pihaknya memblack list para duktang.

Dapati Duktang Tanpa Lapor Diri, Satpol PP Klungkung Ingatkan Pemilik Kos Ikut Aktif Awasi Duktang

Hari Pertama Sidak Satpol PP Badung Temukan 85 Duktang, Paling Banyak di Legian Kuta

234 Duktang Terdata di Terunasari Desa Dauh Puri Kaja Denpasar, Turut Kampanyekan Protokol Kesehatan

"Intinya, kita kan antisipasi terkait bom Makasar dan di mabes polri. Kita ingin menciptakan ketentraman, ketertiban dan perlindungan masyarakat," ujarnya.

"Kita libatkan TNI, Polri, pecalang dan Sarpol PP Bali. Kita agenda terus menerus. Kita bukan memblack lis pendatang. Tapi kita hanya ingin mengamankan situasi," ujarnya.

Selain itu, kata Watha, sidak duktang ini juga dilakukan pesca maraknya pencurian benda sakral di pura di kawasan Kabupaten Gianyar.

Dari kegiatan yang dilakukan, pihaknya menemukan 24 orang duktang di Kecamatan Blahbatuh yang tidak melaporkan diri 

"Ditemukan 24 orang di Bedulu yg tidak melaporkan diri. Kita sita SIM atau KTP.

Di Buruan, juga kita temukan, saya lupa jumlah, tapi lebih sedikit dari yang di Bedulu, masih bisa dihitung jari. Tapi syukurnya, yang berpotensi kerawanan tidak ada," ujarnya. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved