Breaking News:

Berita Bali

Selama 3 Hari, 1.456 Orang Manfaatkan Pelayanan GeNose C-19 di Bandara Ngurah Rai Bali

Alat deteksi Covid-19 buatan dalam negeri GeNose C-19 mulai digunakan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali sejak hari Jumat, 9 April 2021

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Calon penumpang memanfaatkan pelayanan GeNose C-19 di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali hari ini. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA -  Alat deteksi Covid-19 buatan dalam negeri GeNose C-19 mulai digunakan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali sejak hari Jumat, 9 April 2021 lalu.

Antusiasme calon penumpang pesawat udara memanfaatkan pelayanan GeNose C-19 itu pun cukup tinggi, sejak dibuka Jumat lalu hingga kemarin tercatat mencapai 1.456 orang.

"Selama 3 hari terakhir kemarin sudah data yang kami dapat sebanyak 1.456 calon penumpang memanfaatkan pelayanan GeNose C-19 di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali," ujar Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Taufan Yudhistira, kepada tribunbali.com, Senin 12 April 2021.

Dengan rincian pada hari pertama implementasi tercatat sebanyak 320 orang, pada hari kedua atau tanggal 10 April 2021 lalu berjumlah 541 orang dan terbanyak pada hari Minggu 11 April 2021 kemarin mencapai 595 orang.

Melihat tren 3 hari terakhir layanan GeNose C-19, menurut Taufan Yudhistira calon penumpang sepertinya memilih itu karena selain harga relatif lebih terjangkau tetapi juga pengambilan samplingnya tidak sakit karena cukup meniup plastik.

Menhub Coba Layanan di Bandara Ngurah Rai Bali, Tarif Tes GeNose C-19 Lebih Terjangkau

Harga Lebih Murah dan Tidak Sakit, Aisyah Pilih GeNose C-19 di Bandara Ngurah Rai Bali

GeNose C-19 Hadir di Bandara Ngurah Rai, Lebih Terjangkau, Tidak Sakit Dan Akurasi Tinggi 

"Mungkin banyak calon penumpang memilih GeNose ini karena relatif lebih terjangkau dan tidak sakit ya dalam pengambilan samplingnya. Tidak seperti rapid antibodi dan antigen ya," imbuhnya.

Dengan melihat tren kenaikan penggunaan GeNose C-19 dari hari pertama sampai ketiga kemarin, apakah akan melakukan penambahan plastik tiup ataupun alat GeNose nya?

Taufan menyampaikan belum ada untuk penambahan tersebut. "Sampai dengan saat ini belum ada arah ke penambahan plastik tiup, bilik dan alat GeNose C-19 nya," jelasnya.

Jam operasional penerapan layanan GeNose C-19 di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali sendiri mulai pukul 09.00 - 19.00 WITA.

Lokasi pelayanan terletak di Area Publik Keberangkatan Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai - Bali dengan harga Rp 40.000,- untuk setiap calon penumpang.

Untuk tahap pertama setiap hari sekitar 600 kantung dan bagi calon penumpang yang akan melakukan uji tes kesehatan GeNose C-19, agar dapat datang 4 jam sebelum waktu keberangkatan.

Sementara itu, Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai - Bali telah disiapkan dua uji tes kesehatan Rapid Test Antigen dan GeNose dengan menggandeng Anak Perusahaan PT Angkasa Pura Support dan sinergi BUMN bersama Farmalab.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved