Breaking News:

Mudik Lebaran 2021

ASDP Gilimanuk Dukung Larangan Mudik Lebaran 2021

Windra mengaku, untuk kepastian tekhnis sendiri pihaknya belum bisa berkomentar banyak. Karena ASDP sendiri masih menunggu keputusan dari BPTD.

Tribun Bali/I Made Ardhiangga
Suasana antrean pemudik saat memasuki Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, Minggu (2/6/2019) dini hari. (Tribun Bali/I Made Ardhiangga). 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA-  Pemerintah pusat melalui Kementrian Perhubungan RI, mengeluarkan kebijakan untuk larangan mudik.

Larangan mudik ini sendiri, diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri 1442 H/Tahun 2021 Tentang Pencegahan Penyebaran COVID-19.

Atas hal ini, ASDP Gilimanuk sendiri pun akan mendukung upaya tersebut.

Hal ini disampaikan, Manager Usaha Pelabuhan Gilimanuk, Windra Soelistiawan, Senin 12 April 2021.

“Tentu kami mendukung upaya pemerintah dalam melakukan larangan mudik tersebut,” ucap Windra saat dihubungi Tribun Bali.

Polres Jembrana Imbau Tidak Ada Mudik Untuk Lebaran 2021

Tertibkan Lalu Lintas dan Imbau Tak Mudik, Polda Bali Gelar Operasi Keselamatan Agung 2021

Mudik Lebaran Dilarang, Masyarakat Bali Diimbau di Rumah Saja Atau Wisata Lokal Daerah

Windra mengaku, untuk kepastian tekhnis sendiri pihaknya belum bisa berkomentar banyak.

Karena ASDP sendiri masih menunggu keputusan dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD).

Sehingga nanti pihaknya akan melaksanakan sesuai dengan koordinasi menyangkut teknis imbauan larangan tersebut.

“Kami masih menunggu info. Tapi kami mendukung penuh upaya pemerintah,” bebernya.

Sekedar untuk diketahui, bahwa Pemerintah Pusat mengeluarkan kebijakan pelarangan mudik bagi masyarakat khususnya pada 6-17 Mei 2021 atau periode libur Hari Raya Idul Fitri 2021.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri 1442 H/Tahun 2021 Tentang Pencegahan Penyebaran COVID-19.

ASDP Pusat pun sudah mengimbau pengguna jasa penyeberangan agar menunda perjalanan dengan kapal ferry pada periode waktu tersebut.

Kecuali memang benar-benar dalam keadaan mendesak dan perlu.

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved