Liga Champions
Liverpool vs Real Madrid, Menanti Sentuhan Magis Juergen Klopp Pukul Balik El Real
Para Liverpudlian berharap The Reds bisa memukul balik saat menjamu Real Madrid dalam leg kedua perempatfinal Liga Champions, Kamis dini hari 15 April
TRIBUN-BALI.COM - Dua tahun lalu, Liverpool melakukan come back luar biasa di Liga Champions.
Di bawah dukungan puluhan ribu penonton di Stadion Anfield, skuat asuhan Juergen Klopp ini memukul balik Barcelona 4-0 pada leg kedua semifinal, setelah kalah 0-3 pada leg pertama.
Itu merupakan come back termasyhur di semifinal Liga Champions sepanjang masa. Kedahsyatan The Reds pada musim 2018/19 disempurnakan dengan mengalahkan Tottenham Hotspur pada babak final.
Para Liverpudlian pun berharap The Reds bisa memukul balik saat menjamu Real Madrid dalam leg kedua perempatfinal Liga Champions, Kamis dini hari 15 April 2021.
Baca juga: Duel Real Madrid Vs Liverpool Sajikan 5 Fakta Menarik
Baca juga: UPDATE: Real Madrid Vs Barcelona, Messi Mandul, Barca Kalah di El Clasico, El Real Kokoh di Puncak
Di leg pertama, The Kop kalah 1-3 di Stadion Alfredo di Stefano 6 April 2021 lalu.
Dua gol Vinicius Junior, dan Asensio membuat The Reds terpuruk. Untungnya gol Mohamed Salah menyalakan setitik harapan.
Kalah tandang 3-1 di leg pertama, Liverpool harus menang minimal 2-0 di Anfield untuk bisa lolos ke semifinal ketiga kalinya dalam empat tahun terakhir. Skor imbang 3-3 akan meloloskan The Reds karena cetak gol tandang.
Sebuah hal sangat sulit mengingat El Real tak terkalahkan dalam 13 laga terakhir, dan juga hanya kebobolan paling banter satu gol dalam 13 laga tersebut.
Namun, masih ada celah mengingat cederanya lini belakang El Real ternyata semakin parah.
Seperti leg pertama, para bek jagoan yakni Dani Carvajal (hamstring), Sergio Ramos (betis), dan Raphael Varane (virus corona) juga masih absen.
Parahnya lagi, kini Lucas Vazquez juga bermasalah usai cedera di El Clasico lalu. Mau tak mau, Alvaro Odriozola, pemain cadangan yang baru pulih cedera, akan dipaksakan di posisi bek kanan. Dan ini berisiko besar karena dia harus berhadapan dengan Sadio Mane yang agresif.
Klopp mengakui, mau tak mau ia kembali terlempar pada kenangan manis saat memukul balik Barca 4-0 dua musim lalu.
Ketika itu, dengan barisan pemain yang menyusut karena cedera, dia bisa memberikan keajaiban untuk melumpuhkan Lionel Messi dkk.
Tapi kini, pelatih asal Jerman ini menyebut tugas itu mungkin lebih sulit, dan lebih dahsyat karena harus bermain di Anfield yang kosong gara-gara pandemi virus corona.
"Jika Anda ingin punya kenangan emosional, maka tontonlah lagi come back kami lawan Barcelona. Dan 80 persen dari laga itu akan berisi atmosfer hebat stadion. Dan ya, kami kini harus melakukannya tanpa atmosfer menggelegar itu," kata Klopp seusai leg pertama lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pelatih-liverpool-juergen-klopp-2.jpg)