Liga Italia
Performa Apik Skriniar di Inter Milan dan Tak Mengira Nerazzurri Terdepan Soal Scudetto Liga Italia
Pemain belakang I Nerazzurri, Milan Skriniar turut mengomentari performa Inter Milan di kancah Liga Italia musim 2020/2021.
TRIBUN-BALI.COM – Pemain belakang I Nerazzurri, Milan Skriniar turut mengomentari performa Inter Milan di kancah Liga Italia musim 2020/2021.
Milan Skriniar mengaku terkejut dan tak pernah mengira Inter Milan bakal unggul 11 poin di pekan 30 Serie A dan menyisakan 8 laga di Liga Italia.
Bek bertubuh jangkung ini telah bermain membela Inter Milan sebanyak 26 kali di kancah Liga domestik dan turut membawa 11 kemenangan beruntun di Liga Italia.
Penampilan apik Skriniar bersama Inter Milan jelas memberikan kontribusi positif dalam perebutan gelar Scudetto Liga Italia musim ini.
Baca juga: 2 Pemain Inter Milan Ini Kerap Dicadangkan Conte, Kini Jadi Pemain Kunci Meraih Scudetto Liga Italia
“Kami tidak akan pernah berpikir untuk mendapatkan keuntungan ini dengan delapan pertandingan tersisa,” kata Skriniar dikutip Tribunjogja.com dari Football Italia yang melansir Sky Sport Italia.
Milan Skriniar mengatakan Inter Milan masih terus berkerja untuk mencapai hasil yang maksimal demi mendapatkan gelar juara Liga Italia musim ini.
Pemain Inter Milan , Kata Skriniar, berlatih setiap hari dengan penuh kegembiraan untuk meningkat kemampuan dari hari ke hari.
Kuncinya adalah, Skriniar mengatakan, pelatih Antonio Conte selalu memberi tahu mereka untuk fokus pada tugas selanjutnya dan tidak melihat terlalu jauh ke depan.
"Dia memberi tahu kami setiap hari bahwa kami harus bekerja, berlatih setiap saat tanpa melihat berapa banyak pertandingan yang tersisa," tambah Skriniar.
"Kami hanya harus bekerja di setiap sesi latihan, memikirkan lawan berikutnya tanpa menghitung.
Dan pemain internasional Slovakia mengatakan tidak hanya tiga bek yang bekerja untuk clean sheet dan memuji rekan satu timnya karena membantu di belakang.
Baca juga: Eriksen Jadi Pemain Kunci Inter Milan dan Mudahkan Jalan Conte Meraih Gelar Scudetto Liga Italia
“Bukan hanya kami bertiga di pertahanan, seluruh tim melakukannya,” tambahnya.
“Anda dapat melihat bahkan dalam beberapa pertandingan terakhir bahwa kami semua bertahan lebih ke belakang dengan sangat kompak.
“Lawan hampir tidak pernah memiliki tembakan tepat sasaran. Fase pertahanan kami dimulai dengan penyerang dan fase ofensif kami dimulai dengan penjaga gawang.
Baca juga: Di Balik Ciamiknya Inter Milan di Liga Italia, Tersimpan Perkara Krusial Pemegang Saham Nerazzuri
“Yang penting adalah mengetahui bahwa di depan kami memiliki pemain kuat yang menahan bola dan yang bisa mencetak gol,dari luar atau dalam kotak penalti.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/inter-milan-vs-shakhtar-donetsk-99.jpg)