Hari Kartini

Hari Kartini, Ini Sejarah Ditetapkan Hari Kartini 21 April, Biografi dan Profil RA Kartini

R.A. Kartini dikenal sebagai wanita yang mempelopori kesetaraan derajat antara wanita dan pria di Indonesia.

Editor: Kambali
tangkap layar tribunnews
RA Kartini 

Keluarga RA Kartini

Pada mulanya, ayah Kartini adalah seorang Wedana (sekarang Pembantu Bupati) di Mayong.

Namun, karena peraturan kolonial Belanda ketika itu yang mengharuskan seorang Bupati harus menikah dengan bangsawan juga, akhirnya ayah Kartini mempersunting seorang wanita bernama Raden Adjeng Woerjan yang merupakan seorang bangsawan keturunan langsung dari Raja Madura.

Setelah perkawinan itu, maka ayah kartini diangkat menjadi Bupati di Jepara menggantikan ayah dari R.A. Woerjan, yaitu Titrowikromo.

Baca juga: Bangkitkan Pariwisata Bali, Kartini Go Surf 2021 Digelar di Pantai Kuta Bali Hari Ini 16 April 2021

Perjuangan R.A. Kartini

Sebagai seorang bangsawan, R.A. Kartini berhak memperoleh pendidikan.

Ayahnya kemudian menyekolahkan Kartini di ELS (Europese Lagere School).

Di sekolah tersebut, Kartini belajar bahasa Belanda.

Namun, pada masa itu, anak perempuan harus tinggal di rumah untuk ‘dipingit'.

Alhasil, Kartini hanya bersekolah hingga usia 12 tahun.

Di sinilah sejarah perjuangan R.A. Kartini bermula.

Selama tinggal di rumah, Kartini belajar sendiri dan mulai menulis surat-surat kepada teman korespondensinya yang kebanyakan berasal dari Belanda.

Salah satu teman yang mendukung Kartini adalah Rosa Abendanon.

Dari Abendanon, Kartini mulai sering membaca buku-buku dan koran Eropa yang menyulut api baru di dalam hati Kartini, yaitu tentang kemajuan berpikir perampuan Eropa.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved