Breaking News:

Berita Jembrana

UPDATE: Penyu Hijau Hasil Sitaan Kini Dirawat di Penangkaran Kurma Asih Jembrana

Banyaknya untuk konsumsi. Padahal penyu merupakan satwa yang dilindungi, maka dilarang untuk memburu dan memperjualbelikan untuk dikonsumsi

Tribun Bali/I Made Ardhiangga Ismayana
Penyu yang disita oleh pihak Kepolisian di Mapolres Jembrana, Senin 19 April 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Empat ekor penyu hijau disita pihak kepolisian dan langsung ditempatkan di tempat penangkaran Penyu Kurma Asih Desa Perancak Kecamatan Jembrana.

Hasil penyidikan polisi, bahwa diketahui penyu akan diperjualbelikan.

Dan terkuak fakta, bahwa penyu hijau masih menjadi pilihan untuk konsumsi warga.

Padahal konsumsi penyu dilarang karena penyu dilindungi oleh negara.

Baca juga: Kedapatan Simpan 4 Penyu Hijau yang Dilindungi, SA Diamankan ke Mapolres Jembrana

Koordinator Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asi,  I Wayan Anom Astika Jaya, mengatakan, bahwa penyu hijau yang diperjualbelikan secara ilegal pada umumnya untuk konsumsi.

Penyu hijau, dipercayai bahwa memiliki daging yang lebih enak.

Maka dari itu lebih banyak diburu dibandingkan penyu jenis lain.

“Banyaknya untuk konsumsi. Padahal penyu merupakan satwa yang dilindungi, maka dilarang untuk memburu dan memperjualbelikan untuk dikonsumsi,” ucapnya, Senin 19 April 2021.

Anom mengaku, bahwa untuk pemotongan penyu untuk konsumsi ini tidak terjadi di wilayah Jembrana, tetapi di luar Jembrana.

 Jembrana hanya menjadi tempat untuk perdagangan. Rata-rata banyak dipesan di beberapa kabupaten lain di luar Jemrbana.

Halaman
12
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved