Breaking News:

Mudik Lebaran 2021

DPRD Bali Minta Masyarakat Taati Larangan Mudik Demi Dibukanya Pariwisata

Ketua Komisi III DPRD Bali, Anak Agung Ngurah Adhi Ardhana meminta masyarakat Bali untuk menaati aturan tersebut dan tidak membandel.

Tribun Bali / I Gede Jaka Santhosa
arus balik Pemudik Lebaran tahun 2016 mulai memadati pintu masuk Bali di Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk, Jembrana, Bali. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Adanya larangan mudik Lebaran 2021, ditanggapi khusus oleh DPRD Bali.

Ketua Komisi III DPRD Bali, Anak Agung Ngurah Adhi Ardhana meminta masyarakat Bali untuk menaati aturan tersebut dan tidak membandel.

Apalagi, larangan tersebut dikeluarkan sebagai bagian dari melindungi masyarakat dari penyebaran virus Covid-19.

Gung Adhi juga menyebut bahwa saat ini seharusnya semua pihak, termasuk masyarakat Bali melihat jika Bali tengah dilakukan uji coba pembukaan pariwisata bagi turis mancanegara.

Sehingga dalam prosesnya tersebut agar dapat berjalan sesuai rencana, maka seluruh komponen harus bekerjasama dan menyukseskan uji coba tersebut, termasuk dengan menaati larangan mudik.

Jelang Berlakukan Larangan Mudik 2021, Dishub Bali Siapkan Ini

Pekerja Swasta dan PMI Diperbolehkan Mudik Lebaran bila Kondisi Darurat, Ini Syaratnya

2 Titik Penyekatan Disiapkan Polresta Denpasar Antisipasi Warga Mudik, Jika Melanggar Akan Ditindak

"Kita harus melihat bahwa kita Juni ini kan direncanakan uji coba, ada kaitannya euforia setelah masyarakat divaksin atau sedang proses vaksinasi," jelasnya, Selasa 20 April 2021.

Gung Adhi menyebutkan apabila masyarakat Bali tetap membandel untuk mudik maupun dalam menerapkan protokol kesehatan, maka rencana pembukaan pariwisata Bali dapat dipastikan akan gagal.

Padahal, Bali sendiri saat ini sedang haus akan datangnya kembali turis usai terhempas akibat pandemi.

"Sekarang kalau tidak dari diri kita sendiri mencapai hal itu,  maka semuanya akan amburadul dan gagal," tegasnya.

Oleh sebabnya, pihaknya mendorong Pemprov Bali, utamanya Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja, dan Satgas Covid-19 untuk benar-benar mengawasi jalannya penerapan larangan mudik tersebut.

"Dari situ makanya kita beranjak, Dishub, Satpol PP dan masyarakat sendiri harus mengikuti hal itu dari dalam dirinya sendiri. Kalau namanya mudik ya dari sekarang mereka akan mudik, mendahului dan nanti setelahnya baru datang setelah pembatasan itu," imbuhnya.

Saat ditanya pendapatnya apakah Bali perlu mencontoh Papua yang memberlakukan larangan masuk wilayah selama enam bulan bagi pemudik yang membandel.’

Gung Adhi mengaku hal tersebut tidak bisa diterapkan di Bali. Pasalnya kebijakan itu terlalu ekstrem jika diterapkan di Bali yang sebagai tujuan wisata.

"Kalau kebijakan itu sih terlalu ekstrem jika diterapkan  menurut saya posisi Bali. Cukup himbauan pemerintah saja ditaati dengan baik," tandasnya.

Berita tentang mudik lebaran 2021 ada di sini

Penulis: Ragil Armando
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved