Breaking News:

Vaksinasi

Presiden Jokowi soal Vaksin Nusantara: Saya Dukung Risetnya

Para pakar di bidang pengembangan vaksinlah dan lembaga dengan yang memiliki kewenangan yang mengisi ruang perdebatan.

Editor: DionDBPutra
tangkap layar youtube Setneg
Presiden Jokowi menerima dosis pertama vaksin Covid-19 buatan Sinovac pada Rabu 13 Januari 2021 di Istana Merdeka, Jakarta. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Polemik pengembangan vaksin Nusantara ternyata tak luput dari perhatian Presiden Jokowi.

Jokowi meminta kegaduhan dan polemik terkait vaksin Nusantara itu segera dihentikan.

Menurutnya, prokontra soal penelitian Vaksin Nusantara harusnya dibahas dalam kajian ilmiah.

Para pakar di bidang pengembangan vaksinlah dan lembaga dengan yang memiliki kewenangan yang mengisi ruang perdebatan.

Baca juga: Vaksin Nusantara Tidak Dikomersialkan, Hanya Hanya untuk Penelitian

Baca juga: Achmad Raid: Vaksin Nusantara Bukan Program TNI

”Ini kan urusan ilmiah, biarlah sesuai dengan mekanisme ilmiah. Mestinya perdebatannya itu perdebatan ilmiah, ini masak politikus ngurusin vaksin, lawyer ngurusin vaksin, apa urusannya?" kata Jokowi, Selasa 20 April 2021.

”Itu kan ada tahapan-tahapannya, diikuti saja. Ini ramai banget, ada yang dukung BPOM-lah, ada yang dukung Pak Terawanlah,” imbuhnya.

Jokowi menilai dalam kondisi pandemi saat ini apa pun jenis penelitian terkait penanganan Covid-19 diperlukan. Namun ia menekankan, penelitian itu harus berdasarkan kajian ilmiah dan prosedur yang berlaku.

"Saya mendukung penelitiannya, risetnya, saya mendukung segala upaya penelitian untuk penanganan Covid-19," ujar Jokowi.

Presiden Jokowi mengatakan, siapa pun boleh mengembangkan penelitian terkait treatment untuk penyembuhan Coid-19. Namun, hingga saat ini yang terlihat kemajuannya dengan jelas adalah Vaksin Merah Putih.

"Ini kan penelitian, siapa pun silakan membuat vaksin sendiri. Tapi progres yang saat ini kelihatan adalah salah satunya vaksin merah putih, meskipun mungkin baru 2022 selesai. Kalau vaksin Nusantara kan dari sel dendritic," ujar Jokowi.

Terkait penanganan Covid-19, Jokowi menekankan pentingnya seluruh masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan. Utamanya menggunakan masker. "Harus eling dan wospodo, ingat dan waspada," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan, Indonesia harus menjaga tren penurunan kasus Covid-19. Jangan sampai, Indonesia mengalami penambahan kasus seperti yang terjadi di India atau berbagai negara lainnya.

Menekan angka penyebaran corona, kata Jokowi, penting sebab jika kasus naik, maka bukan hanya sektor kesehatan yang terdampak, tapi juga sektor ekonomi. Padahal sektor ekonomi Indonesia sudah mulai mengalami perbaikan.(tribun network/fik/dod)

Ikuti berita terkait vaksin Covid-19

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved