Profil Michelle Obama, Mantan Ibu Negara AS yang Berteman dekat Dengan George Bush
Meski dari keluarga sederhana, Michelle dibesarkan dengan pendidikan yang kuat dan telah belajar membaca di rumah pada usia empat tahun.
TRIBUN-BALI.COM - Mantan Ibu Negara Amerika Serikat Michelle Obama merupakan tokoh yang dikagumi banyak orang.
Istri Presiden ke-44 Amerika Serikat Barack Obama itu berteman baik dengan Presiden ke-43 Amerika Serikat George W Bush.
Dalam wawancara terbaru dengan media, George Bush tidak menyangka pertemanannya dengan Michelle Obama menimbulkan reaksi besar dari publik Amerika Serikat yang masih terasa hingga kini.
Kepada Norah O'Donnell di CBS News, mantan presiden itu berbicara tentang persahabatannya dengan Michelle Obama (57).
Perbedaan partai politik bukan halangan bagi keduanya untuk berteman. Bush tokoh Partai Republik, sedangkan Michelle pendukung setia Partai Demokrat.
• George Bush Terkejut Pertemanannya dengan Michelle Obama Timbulkan Reaksi Besar
Baca juga: Michellle Obama: Sikap Rasial Keluarga Kerajaan Inggris Bukan Hal Baru
Persahabatan Bush dan Michelle pertama kali jelas dalam pandangan publik Amerika saat mereka berpelukan di Smithsonian National Museum of African American History and Culture di Washington, DC tahun 2016.
"Pelukan besar ya," kata George Bush mengenang momen spesial itu.
Role model bagi rakyat AS
Berikut profil Michelle Obama yang empat tahun lalu meluncurkan buku biografi berjudul Becoming.
Buku itu mencetak rekor sebagai buku paling laris di dunia, dengan terjual 3,4 juta kopi.
Michelle Obama lahir pada pada 17 Januari 1964.
Kendati tidak lagi berada di Gedung Putih, namun dia terus menjadi role model bagi sebagian rakyat AS bahkan orang di seluruh dunia.
Michelle awalnya berprofesi di bidang hukum ketika bertemu dan menikah Barack Obama yang bekerja di lingkungan sama.
Michelle LaVaughn Robinson lahir pada 17 Januari 1964 di Chicago, Illinois, dari pasangan Marian dan Fraser Robinson.
Dia dibesarkan di keluarga kelas menengah. Michelle dibesarkan di sebuah bungalow kecil di South Side, Chicago.
Ayahnya bekerja sebagai operator pompa kota. Ibunya berprofesi sebagai sekretaris di Spiegel, yang kemudian memilih untuk membesarkan Michelle dan kakak laki-lakinya, Craig.
Mereka merupakan keluarga yang akrab dan dekat, selalu berbagi makanan, membaca, dan bermain bersama. Craig dan Michelle yang usianya terpaut 21 bulan kerap dikira kembar.
Kondisi rumahnya yang kecil membuat dua bersaudara itu harus tidur di ruang tamu dengan selimut sebagai penyekatnya.
Meski berasal dari keluarga sederhana, Michelle dibesarkan dengan pendidikan yang kuat dan telah belajar membaca di rumah pada usia empat tahun.
Keduanya bahkan mendapat akselerasi saat bersekolah. Michelle kemudian dipilih untuk program kelas bahasa Prancis dan biologi lanjutan.
Ketika menempuh pendidikan di SMA Whitney M Young Magnet, Michelle menjadi bendara OSIS dan anggota National Honor Society.
Dia lulus sebagai lulusan terbaik di sekolahnya pada 1981, sebelum melanjutkan kuliah di Princeton University, mengikuti jejak kakaknya.
Perempuan muda itu mengambil jurusan sosiologi untuk mengeksplorasi hubungan antara alumni kulit hitam dan komunitas mereka dalam skripsinya.
Sekali lagi, Michelle menunjukkan kecerdasannya dengan lulus cum laude pada 1985. Setelah lulus, dia mengambil kelas si Harvard Law School dan memperoleh gelar Juris Doctor (JD) pada 1988.
Di sana, dia bekerja untuk Biro Bantuan Hukum Harvard untuk membantu klien berpenghasilan rendah.
Ajakan kencan Obama Setelah sekolah hukum, Michelle bekerja di firma hukum Chicago, Sidley Austin, di bidang pemasaran dan kekayaan intelektual.
Di tempat itulah dia bertemu calon suaminya, Barack Obama, pada 1989. Obama merupakan karyawan magang musim panas dan Michelle ditugaskan sebagai penasihatnya.
Awalnya, dia menolak ajakan kencan Obama. Dia yakin jika jalinan asmara tidak pantas terjadi di lingkungan kerja. Namun, Michelle akhirnya mengalah dan pasangan itu segera jatuh cinta padanya.
Setelah dua tahun berpacaran, Obama melamar sang pujaan hati. Pasangan itu menikah di Trinity United Church of Christ pada 3 Oktober 1992.
Mereka ikaruniai dua anak perempuan, Malia dan Sasha, yang masing-masing lahir pada tahun 1998 dan 2001.
Dari 1992-1993, Michelle menjadi asisten komisioner untuk Departemen Perencanana dan Pengembangan Chicago.
Kemudian, dia mendirikan Public Allies cabang Chicago, sebuah program pelatihan kepemimpinan bagi kaum muda.
Dia menjabat sebagai direktur eksekutif cabang sampai 1996. Kemudian, dia bergabung dengan University of Chicago sebagai dekan layanan mahasiswa.
Mulai 2002, dia bekerja sebagai direktur eksekutif hubungan masyarakat dan urusan eksternal RS University of Chicago. Pada 2005, dia diangkat menjadi wakil presiden bidang tersebut.
Selera fesyen bagus
Michelle Obama pertama kali menarik perhatian audiensi nasional ketika berada di sisi Obama ketika menyampaikan pidato penting di Konvensi Nasional Demokrat pada 2004.
Obama terpilih sebagai Senator AS dari Illinois pada November tahun itu. Pada 2007, Michelle mengurangi pekerjaannya untuk memenuhi kewajiban keluarga dan kampanye selama Obama mencalonkan diri sebagai calon presiden dari Partai Demokrat.
Barack Obama akhirnya memenangkan pemilu dan terpilih sebagai Presiden ke-44 AS dan dilantik pada 20 Januari 2009.
Pada 2010, dia meluncurkan program "Let's Move", yang berfokus tentang obesitas anak dan menyediakan makanan sehat di sekolah. Anak-anak juga didorong untuk aktif secara fisik.
Pada 2011, Michelle mendirikan Joining Forces, program untuk meningkatkan kesadaran tentang kesulitan yang dialami keluarga militer.
Turut mendampingi Obama memenangkan untuk masa jabatan kedua, dia membentuk Reach Higher guna menginspirasi kaum muda untuk mengeksplorasi peluang pendidikan tinggi dan pengembangan karier.
Sebagai sg Ibu Negara, fesyennya juga tak luput dari perhatian. Dia dikenal sebagai ikon fesyen dan trendsetter di dunia. Dia bahkan pernah muncul sebagai sampul majalah dan fotonya masuk Vogue edisi Maret 2009.
Perempuan paling dikagumi
Dalam pemilu AS 2016, Michelle mendukung penuh kandidat Partai Demokrat Hillary Clinton. Pidatonya dalam konvesi nasional partai mendapat pujian luas.
Dari situ, dia terkenal dengan kutipan "When they go low, we go high", untuk mengajak setiap orang saling menghormati.
Setelah masa jabatan suaminya berakhir pada tahun 2017, Michelle Obama jarang tampil di hadapan publik.
Dia sudah merilis autobiografi berjudul Becoming. Dia juga mengakhiri dominasi Hillary Clinton selama 17 tahun sebagai perempuan AS paling dikagumi versi Gallup.
Ikuti berita terkait Michelle Obama
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com berjudul Biografi Tokoh Dunia: Michelle Obama, Mantan Ibu Negara AS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/george-bush-dan-michelle-obama.jpg)