Berita Bali
Komunitas Cinta Kain Bali Gelar Dialog Memperingati Hari Kartini, Teladani Soal Sikap Berbusana
Komunitas Cinta Kain Bali (KCKB) berupaya memperjuangkan kain lokal Bali agar lebih memasyarakat
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pada momentum Hari Kartini, perempuan di Bali yang tergabung dalam Komunitas Cinta Kain Bali (KCKB) berupaya memperjuangkan kain lokal Bali agar lebih memasyarakat dan mewujudkan Kartini masa kini yang melestarikan produk lokal.
Hal ini juga merupakan bentuk dukungan terhadap Peraturan Gubernur Bali Nomor 79 Tahun 2018 tentang hari penggunaan busana adat Bali dan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 04 Tahun 2021 tentang penggunaan kain tenun endek Bali atau kain tenun tradisional Bali.
"Dalam Komunitas Cinta Kain Bali jadi kita sangat bersyukur dengan adanya imbauan mencintai kain Bali kita juga bisa membantu para pengrajin," kata Ketua KCKB Sandra Kartika saat dijumpai Tribun Bali dalam acara Dialog Hari Kartini, di Hotel Cakra, Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur, Denpasar, Bali, Rabu 21 April 2021.
Dalam acara bertema KCKB wujudkan Kartini masa kini dalam balutan kain endek itu, pihaknya men-support program pemerintah untuk melestarikan kain Bali dari hulu ke hilir.
Baca juga: Peringati Hari Kartini, Polda Bali Gelar Acara Gowes Kartini-Kartini Bhayangkari
Baca juga: Dilantik di Hari Kartini, Dewan Badung Kadek Suastiari Ngaku Bahagia dan Sebut Semua Kehendak Tuhan
Baca juga: Peringati Hari Kartini, Srikandi Polres Karangasem Gunakan Kebaya Nusantara dan Bagi-bagi Masker
"Pemerintah mengimbau agar kita mempergunakan kain Bali, pengrajinnya bisa memproduksi kain Bali semakin terdistribusi dengan bagus, pemerintah juga akan membantu bagaimana cara mempromosikan, jadi kita bersinergi satu sama lain," tuturnya
Sementara itu, Pendiri KCKB, Yosefa Listyati menyampaikan, pada momentum Hari Kartini, salah satu semangat yang diteladani dari Ibu Kartini adalah menjaga sikap baik.
"Pesan Ibu Kartini banyak hal bisa menjatuhkanmu, tapi satu hal yang bisa menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri. Sikap harus dijaga, baik bersikap berbusana, berpenampilan, berperilaku, sikap baik harus dikedepankan, karena sikap bisa menjatuhkanmu," pesannya.
Pihaknya juga mengajak kaum millenial turut bersemangat mendukung program pemerintah dalam pelestarian produk lokal, serta berani dalam berinovasi mempadupadankan busana lokal.
"Kain Bali sangat bisa dimodifikasi segala macam, kain endek juga dimodifikasi biar terlihat modern, ayo semangat kaum muda memakai kain lokal Bali jangan takut berinovasi dan berkreasi," ajaknya.
Sementara itu, Pengrajin dan Pengamat Tekstil Tude Togog mengajak masyarakat untuk bangga menggunakan produk lokal yang secara tidak langsung membantu UMKM bekerja dan memproduksi lebih banyak lagi.
"Pemerintah dan pengrajin sudah seperti gayung bersambut melakukan hal positif untuk melestarikan kain Bali agar tidak punah, hal inilah yang dikembangkan dan harus diperbaharui baik dari motif dan harga yang lebih terjangkau masyarakat luas, bukan hanya kalangan menengah ke atas saja," jelasnya.
Adapun dalam acara yang diikuti sejumlah perempuan berbusana ala Kartini itu juga dilantunkan lagu Ibu Kita Kartini dan pembacaan puisi. (*).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kegiatan-dialog-memperingati-hari-kartini-di-hotel-cakra.jpg)