Breaking News:

Nilai AKP Stepanus di Atas Rata-rata, Masuk KPK Sejak Tahun 2019

Ia diduga menyalahgunakan jabatannya dengan menerima suap dari Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial.

Dhemas Reviyanto / KOMPAS.COM
Penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju digiring petugas untuk mengikuti konferensi pers usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis 22 April 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - AKP Stepanus Robin Pattuju kini berubah status dari penyidik KPK menjadi tersangka KPK.

Ia diduga menyalahgunakan jabatannya dengan menerima suap dari Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial.

AKP Stepanus merupakan alumni Akpol 2010. Pada 2017 saat menyandang pangkat AKP ia dipercaya menjadi Kapolsek Gemolong di Polres Sragen, Jawa Tengah.

Selama bertugas di sana, Stepanus berhasil mengungkap kasus perampokan di kediaman salah satu PNS. Setelah itu ia dimutasi ke Polda Maluku Utara pada 2019.

Baca juga: Azis Kenal Stepanus Lewat Ajudan, Nama Wakil Ketua DPR Terseret Kasus Suap Penyidik KPK

Baca juga: Propam Polri Tangkap AKP SR, Oknum Penyidik KPK yang Diduga Peras Wali Kota Tanjungbalai

Tak lama berselang Stepanus diangkat sebagai Kabag Ops Polres Halmahera Selatan. Di sanalah nama Stepanus kian moncer karena Kabag Ops sebelumnya diduga menyelewengkan anggaran pengamanan Pemilu 2019 yang berujung pencopotan.

Pada 2019 Stepanus dinyatakan lolos dalam seleksi penyidik KPK. Dia pun melepaskan jabatannya sebagai Kabag Ops Polres Halmahera Selatan dan berangkat ke Jakarta untuk bergabung dengan KPK. Ia resmi bergabung di KPK per 1 April 2019.

”Saudara SRP masuk ke KPK 1 April 2019,” kata Ketua KPK, Komjen Firli Bahuri dalam konferensi pers, Kamis malam 22 April 2021.

Stepanus lolos menjadi penyidik KPK setelah melewati serangkaian seleksi. Menurut Firli, hasil seleksi Stepanus di atas rata-rata.

”Hasil tesnya menunjukan sebagai berikut: potensi di atas rata-rata, di atas 100 persen, di angka 111,41 persen. Hasil tes kompetensi di atas 91,89 persen. Artinya secara persyaratan mekanisme rekrutmen tak masalah," kata Firli.

Baca juga: Koordinator MAKI: Nama Hebat KPK Mulai Runtuh

Kendati demikian, hasil tersebut tidak memungkiri AKP Stepanus terlibat dugaan suap yang seharusnya dia berantas.

Halaman
12
Editor: DionDBPutra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved