Kapal Selam Hilang Kontak
Pusat Posko Krisis Center KRI Nanggala 402 Dipusatkan di Banyuwangi
Kapuspen TNI Mayjen Achmad Riad menyampaikan pusat posko krisis center sebagai pusat pelayanan informasi dari hilang kontaknya Kapal Selam KRI
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN BALI.COM, BADUNG - Kapuspen TNI Mayjen Achmad Riad menyampaikan pusat posko krisis center sebagai pusat pelayanan informasi dari hilang kontaknya Kapal Selam KRI Nanggala-402 di Lanal Banyuwangi.
Sementara di Bali tepatnya di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai akan dijadikan juga sebagai posko krisis center tetapi lebih menjadi media center.
"Untuk di sini (Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai) nanti kita akan gunakan sebagai media center, karena memang semua pergerakan pesawat dan lain-lainnya dari sini. Tapi pusat posko krisis center nya di Lanal Banyuwangi kemudian posko media center di sini," imbuh Kaspupen TNI.
Baca juga: UPDATE: Polres Tabanan Gelar Doa Bersama Untuk Keselamatan Kapal Selam KRI Nanggala 402
Baca juga: KRI Rigel 933 Dekati Koordinat Hilangnya KRI Nanggala-402 di Bali, Kejar Titik Daya Magnet Tinggi
Saat ini pun tengah dipersiapkan sejumlah perlengkapan pendukung untuk dioperasikannya Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai sebagai media center dan posko krisis center kedua.
Di antaranya memasang papan yang berisikan peta area pencarian, peta denah pergerakan laut, denah pergerakan darat dan lainnya.
Oksigen Bertahan 72 Jam
Kapal selam milik TNI AL, KRI Nanggala 402 hilang kontak di sekitar perairan utara Bali, Rabu (21/4/2021) sekitar pukul 03.00 Wita.
Hingga hari ini (Jumat 23/4/2021), pencarian kapal selam Nanggala 402 masih dilakukan dan terus berpacu dengan waktu.
Sebab, kemampuan oksigen di dalam KRI Nanggala 402 dalam kondisi black out seperti sekarang ini diperkirakan hanya mampu bertahan 72 jam atau 3 hari.
Itu berarti hanya dapat bertahan hingga Sabtu 24 April 2021 dinihari besok.
Lantas, bagaimana jika lewat dari waktu tersebut?
Kapuspen TNI Mayjen Achmad Riad mengungkapkan, kemungkinan saat ini status dari KRI Nanggala 402 masih di posisi sub-miss atau hilang kontak.
"Saat ini diposisi mungkin sub-miss istilahnya hilang, saya belum dapat mengatakan ini (bagaimana setelah 72 jam oksigen di KRI Nanggala 402). Tapi yang jelas kita upayakan dulu, kita tidak bisa memberikan spekulasi apapun terkait itu (kehabisan oksigen)," imbuh Kapuspen TNI.
"Dengan batas waktu (72 jam) sampai besok pagi tetapi kita harapkan sebelum itu, dimaksimalkan hari ini. Mohon bantuan dan doanya untuk pasukan yang dikerahkan, peralatan yang digunakan bisa maksimal untuk pencarian titiknya," sambungnya.
Kini sebanyak 21 KRI dikerahkan dalam proses pencarian KRI Nanggala 402 yang hilang kontak di utara perairan Bali.
"KRI yang dikerahkan dalam proses pencarian sekarang sebanyak 21, 21 itu termasuk KRI Aluguro 405 yang juga kapal selam," ujar Mayjen Achmad Riad.
Ia menambahkan, tim mendapatkan bantuan dari kepolisian sebanyak empat kapal.
Empat kapal dari Kepolisian itu dilengkapi dengan ROV, kemudian alat sonar dua dimensi.
KRI Rigel 933 yang memiliki peralatan mampu untuk memonitor bawah laut kini posisinya sudah dekat dengan titik koordinat hilang kontaknya KRI Nanggala 402.
"Diharapkan siang atau sore hari ini sudah bisa merapat sehingga langsung bisa melakukan upaya pencarian," tambahnya.
KRI Rigel 933 ini akan menindaklanjuti hasil yang diperoleh oleh KRI Rimau 724 di mana kemarin menemukan ada satu titik yang cukup kuat dan tidak berubah.
"Akan kita kejar ini (titik daya magnet tinggi). Mudah-mudahan itu bisa jadi titik terang tapi tentunya semua wilayah di perairan utara Bali jadi fokus dalam pencarian," imbuh Kapuspen TNI.
Ia berharap semua sumber daya yang dikerahkan, termasuk peralatan yang diterjunkan dapat mempercepat atau mengetahui posisi KRI Nanggala 402.
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksmana TNI Yudo Margono siang ini bertolak lagi menuju KRI dr. Soeharso untuk mengikuti proses pencarian secara langsung.
"Mudah-mudahan nanti setelah KRI Rigel merapat, beliau pun (Panglima TNI) mungkin akan melihat langsung dari KRI Rigel," tambah Kapuspen TNI, Mayjen TNI Achmad Riad.
Untuk diketahui, proses pencarian KRI Nanggala 402 hari ini masih difokuskan pada titik koordinat 60 mil atau 95 kilometer di utara Pulau Bali.
"Sementara ini wilayah pencarian masih di wilayah utara sesuai dengan titik-titik yang kemarin. Tetap posisi sementara pencarian disana, 60 mil atau 95 kilometer di utara Bali," ujar Kapuspen TNI, Jumat 23 April 2021 di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai saat press conference.
Terlebih KRI Rimau 724 menemukan adanya daya kemagnetan tinggi pada kedalaman 50 sampai 100 meter di satu titik.
"Wilayah-wilayah yang diperkirakan seperti yang kemarin dari KRI Rimau melaporkan akan kita perkuat tindaklanjuti oleh KRI lain (pencarian di titik temuan KRI Rimau)," tambahnya. (*)
Berita lainnya di KRI Nanggala 402 hilang kontak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/personel-tni-tengah-membawa-peta-yang-akan-ditempatkan-di-base-ops-lanud-i-gusti.jpg)