Kapal Selam Hilang Kontak
Kabar Terkini KRI Nanggala-402, TNI Siapkan Evakuasi Medis
Yudo menyatakan TNI yang dibantu sejumlah pihak seperti Polri, Basarnas, serta beberapa pasukan dari negara lain terus mengupayakan evakuasi.
”Kita tidak bisa lihat apakah dia black out atau enggak. Soalnya pas [kapal] masuk air [pada Rabu dini hari] lampunya masih nyala. Namun demikian kalau saat menyelam itu black out, kemampuan hanya 72 jam," tuturnya.
Pada saat yang sama Yuda memastikan tidak ada ledakan pada kapal selam pabrikan Jerman itu. "Bukan ledakan. Kalau ledakan pasti sudah ambyar semuanya," kata dia.
Yudo mengatakan, kapal mulai mengalami keretakan saat mencapai kedalaman 300-500 meter. Apabila terjadi ledakan, maka akan terdengar oleh sonar.
"[Kapal tenggelam] ini karena [mengalami] retakan secara bertahap di bagian tertentu. Saat dia mulai turun pasti terjadi fase-fase mulai dari kedalaman 300, 400, 500 [meter]. Ini kalau ledakan pasti akan terdengar. Di sonar pasti terdengar menurut saya. Jadi bukan ledakan tapi keretakan," kata dia.
Sementara Panglima TNI Hadi Tjahjanto menyebut ada kemungkinan kapal selam itu sudah kemasukan air. Namun, menurut dia, masih ada ruang-ruang tidak bisa dimasuki air seandainya kru sempat menyekat kompartemen kapal selam yang sudah bocor.
"Masuk air kemungkinan ada. Tapi ada kemungkinan ada bagian kabin yang air enggak masuk," kata Hadi.(tribun network/dng/zae/dod)
Berita lainnya terkait KRI Nanggala-402
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/panglima-tni-09.jpg)