Kapal Selam Hilang Kontak
Kapal Selam KRI Nanggala-402 Laik Berlayar dan Bertempur Sebelum Hilang Kontak
KRI Nanggala-402 yang dinyatakan tenggelam pada kedalaman 838 meter di perairan utara Bali
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - KRI Nanggala-402 yang dinyatakan tenggelam pada kedalaman 838 meter di perairan utara Bali sempat menjalani overhaul di Korea Selatan tahun 2010 dan selesai pada tahun 2012.
Setelah overhaul itu, dilakukan perbaikan baik tingkat harmen pemeliharaan menengah maupun docking rutin.
Dan kapal ini sebelum berangkat, kapal itu sudah layar dan juga latihan tanggal 12 April 2021 lalu melaksanakan latihan penembakan torpedo shoot kepala latihan.
Namun karena saat itu meleset dari sasaran dilakukan latihan ulang penembakan torpedo shoot kepala latihan pada 21 April 2021 lalu.
Baca juga: KRI Nanggala 402 Tenggelam di Kedalaman 838 Meter, Proses Investigasi Digelar Setelah Kapal Diangkat
Baca juga: BREAKING NEWS - KRI Nanggala-402 Ditemukan, Panglima TNI: Seluruh Awak Kapal Gugur
Baca juga: KRI Nanggala-402 Terbelah Tiga Bagian, Evakuasi Diperlukan Kerjasama Internasional
"Sehingga kapal ini mampu dan dinyatakan kemarin waktu awal saya sampaikan sudah dinyatakan dari Dinas Kelaikan Angkatan Laut, bahwa kapal ini laik (layak) untuk melaksanakan berlayar dan bertempur. Sehingga kita proyeksikan untuk melaksanakan latihan penembakan torpedo kepala latihan maupun kepala perang," paparnya.
Kasal menambahkan KRI Nanggala-402 ini sebenarnya mampu mengangkut 50 awak dan 7 regu Kopaska untuk melaksanakan penyusupan pendaratan khusus.
Sehingga mampu dinaiki oleh 57 awak, tetapi kemarin hanya diawaki oleh 53 personel dan alat keselamatan juga untuk 53 awak.
Sebanyak 53 Prajurit TNI Gugur, KRI Nanggala 402 Terbelah Tiga Bagian
Kapal selam KRI Nanggala-402 yang tenggelam di perairan utara Bali, Rabu 21 April 2021 terbelah menjadi tiga bagian.
Seluruh prajurit TNI sebanyak 53 orang gugur.
Kabar duka tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam konferensi pers di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai Bali, Minggu 25 April 2021.
Hadir dalam konferensi pers itu Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.
"KRI Nanggala-402 telah dinyatakan tenggelam atau sub-sunk pada tanggal 24 April 2021 sore. Hari ini Kepala Staf Angkatan Laut telah menyampaikan kepada saya terkait perkembangan pencarian yang mengerahkan berbagai aset. Tidak hanya alutsista TNI tetapi juga dari Polri, Basarnas, BPPT, KNKT serta dari negara-negara sahabat seperti Singapura, Malaysia, Australia dan Amerika Serikat," ujar Panglima TNI.
Panglima TNI mengatakan, KRI Rigel melakukan pemindaian untuk memastikan posisi KRI Nanggala-402.
Pemindaian menghasilkan citra bawah air yang lebih detail mengenai posisi kapal.
MV Swift Rescue juga menurunkan ROV untuk memperkuat citra bawah air secara visual menggunakan kamera.
"Diperoleh citra yang telah dikonfirmasi sebagai bagian dari KRI Nanggala-402 meliputi kemudi vertikal belakang, jangkar, bagian luar badan tekan, kemudi selam timbul, bagian kapal lain termasuk baju keselamatan awak kapal MK-11. Berdasarkan bukti-bukti otentik tersebut, dapat dinyatakan bahwa KRI Nanggala-402 telah tenggelam dan seluruh awaknya telah gugur," kata Hadi Tjahjanto dalam nada lirih.
"Oleh karena itu dengan kesedihan yang mendalam selaku Panglima TNI, saya nyatakan bahwa 53 personel yang on board KRI Nanggala-402 telah gugur. Prajurit-prajurit hiu kencana telah gugur saat melaksanakan tugas di perairan utara Bali," katanya.
Panglima TNI menguncapkan rasa duka cita yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga prajurit yang gugur.
“Rasa duka cita kami tujukan kepada seluruh keluarga besar hiu kencana pada khususnya serta seluruh keluarga besar TNI Angkatan Laut pada umumnya,” kata Panglima TNI.
Panglima TNI mengatakan, Kolonel Laut (P) Hari Setiawan, Letkol Laut (P) Heri Octavian beserta awak kapal merupakan prajurit-prajurit terbaik TNI.
Menurut Panglima TNI, pemerintah Indonesia berkoordinasi dengan ISMELRO (International Submarine Escape and Rescue Liaison Office) untuk mengupayakan langkah selanjutnya yaitu mengevakuasi KRI Nanggala-402.
"Untuk mengevakuasi KRI Nanggala-402 tentunya diperlukan kerja sama internasional," katanya.
Terbelah Tiga Bagian.
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono menyatakan kapan nahas itu masuk pada fase tenggelam dengan ditemukannya barang-barang yang diyakini adalah KRI Nanggala-402.
Pada Minggu 25 April 2021 pukul 01.00 Wita, dari KRI Rigel-933 diketahui posisi KRI Nanggala-402 pertama kali pada kedalaman 800 meter.
Lantaran peralatan KRI Rigel-933 yang ROV-nya hanya mampu pada kedalaman 800 meter, pemindaian dilanjutkan ROV MV Swift Rescue milik Singapura.
"Kemudian diidentifikasi kontak tersebut oleh MV Swift Rescue. Pada pukul 07.37 Wita pagi tadi ROV dari kapal milik Singapura itu diturunkan guna menindaklanjuti kontak bawah air laut yang diberikan oleh KRI Rigel-934. Dan pada pukul 09.04 WITA ROV Singapura mendapatkan kontak visual pada posisi 07 derajat 48 menit 56 detik selatan dan 114 derajat 51 menit 20 detik timur, yaitu yang tempatnya dari datum satu tempat tenggelamnya KRI Nanggala-402 berjarak kurang lebih 1.500 yard di selatan pada kedalaman 838 meter. Ini terdapat bagian-bagian dari KRI Nanggala," jelas Yudo.
Laksamana Yudo Margono mengatakan pada visual itu KRI Nanggala-402 terbelah menjadi tiga bagian.
Menurutnya, kondisi sub-sunk pada kedalaman 838 meter sangat kecil kemungkinan awak KRI Nanggala-402 dapat diselamatkan.
"Tadi sudah disampaikan rasa duka dari Panglima TNI,” tambah Yudo Margono.
KSAL mengatakan, tenggelamnya KRI Nanggala-402 bukan karena human error.
"Bukan human error karena sewaktu proses menyelam kapal ini sudah melalui proses yang betul," kata Yudo.
Bahkan saat menyelam pun lampu dari KRI Nanggala masih terlihat menyala.
Namun, setelah menyelam KRI Nanggala langsung hilang.
"Jadi tidak dalam kondisi blackout. Saat menyelam langsung hilang," kata Yudo.
Yudo mengatakan pihaknya akan segera melakukan evakuasi terhadap KRI Nanggala-402.
"Kita akan berusaha mengangkat kapal ini walaupun dengan kedalaman 838 dan tentunya di dalam organisasi ISMERLO," kata Yudo.
ISMERLO merupakan organisasi koordinasi internasional untuk penyelamatan kapal selam.
Meski sudah ada tawaran ISMERLO untuk evakuasi, namun TNI AL akan berkoordinasi dahulu dengan pemerintah pusat.
Pada kesempatan itu, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya 53 prajurit TNI.
"Kami sangat merasakan suasana kebatinan dari seluruh keluarga besar TNI. Kami mendoakan seluruh keluarga besar TNI Angkatan Laut untuk tetap diberikan kekuatan, ketabahan atas peristiwa yang terjadi khususnya keluarga besar hiu kencana," tutur Kapolri.
Kapolri mengatakan, Letkol Laut (P) Heri Octavian masih keluarga besar Polri.
Heri adalah putra Kompol Purnawirawan Imran Hadi.
Awak kapal yang juga menjadi korban adalah Letda Rhesa Tri, dia adalah adik sepupu dari AKP Maria S Manafi.
"Tentunya kesedihan dan kehilangan ini juga menjadi kesedihan dan kehilangan keluarga besar Polri," ujarnya.
Sementara Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menemui keluarga kru kapal selam KRI 402 Nanggala.
Muhadjir didampingi Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menemui keluarga kru kapal selam KRI 402 Nanggala di Surabaya, Jawa Timur, Minggu 25 April 2021.
“Saya atas nama pemerintah bersama Mensos diutus oleh Presiden RI untuk silaturahim kepada TNI AL, khususnya keluarga ABK KRI 402 Nanggala," ujar Muhadjir.
Dia mengajak semua elemen bangsa khusuk memanjatkan doa bagi seluruh kru KRI Nanggala-402.
Menurut Muhadjir, hingga saat ini proses pencarian tetap dilakukan sebagai bagian dari ikhtiar.
“Sebagai manusia kita diberikan hak berikhtiar maksimal, tidak menyerah dan terus berupaya,” tutur Muhadjir.
Presiden Joko Widodo juga mengatakan upaya pencarian dan penyelamatan 53 awak kapal kapal selam KRI Nanggala-402 masih dilakukan pemerintah.
Presiden Jokowi mengatakan hal tersebut dalam konferensi pers yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Minggu 25 April 2021.
"Marilah semuanya kita memanjatkan doa dan harapan terbaik pada 53 patriot terbaik penjaga kedaulatan negara dan bagi segenap anggota keluarga agar diberikan kesabaran, ketabahan, dan kekuatan," kata Presiden.
Presiden Jokowi menyampaikan kesedihan mendalam kepada para keluarga awak kapal terkait status KRI Nanggala-402 yang dinyatakan tenggelam.
Bencana maritim ini, sambung Jokowi, mengejutkan seluruh bangsa Indonesia.
"Kita semua bangsa Indonesia menyampaikan kesedihan mendalam atas musibah ini khususnya pada seluruh keluarga awak kapal selam," imbuh Jokowi.
Presiden Joko Widodo mengatakan, 53 awak kapal yang berada di kapal selam KRI Nanggala-402 merupakan patriot terbaik penjaga kedaulatan negara.
"Mereka adalah putra-putra terbaik bangsa, patriot terbaik penjaga kedaulatan negara," kata Jokowi.
(zae/tribun network)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-kapal-selam.jpg)