Ramadhan 2021

Bayar Zakat Boleh Dilakukan Lewat Kanal Digital dan Tetap Sah, Ini Penjelasan Kemenag

Tarmizi Tohor meminta masyarakat tidak perlu khawatir bila ingin berzakat secara praktis tanpa tatap muka lewat kanal digital hukumnya tetap sah.

Editor: Noviana Windri
Tribun Style
Ilustrasi zakat fitrah. 

TRIBUN-BALI.COM - Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf  Kemenag  Tarmizi Tohor meminta masyarakat tidak perlu khawatir bila ingin ber zakat secara praktis tanpa tatap muka lewat kanal digital karena hukumnya tetap sah.

"Sementara dari cara membayarnya bisa lewat apa saja dan media apa saja, termasuk media elektronik digital. Boleh langsung ke amil  zakat, transfer, atau kanal digital dan uang elektronik," ujar Tarmizi melalui keterangan tertulis, Selasa (27/4/2021).

Pembayaran zakat menggunakan kanal digital, menurut Tarmizi, dilakukan karena perkembangan di era disrupsi.

Dirinya menyarankan agar masyarakat yang ingin membayar  zakat lewat kanal digital, mencari lembaga resmi yang telah mendapatkan izin dan regulasi yang jelas.

“Cari juga lembaga yang memiliki fitur di mana pengguna dapat memilih ingin membayar zakat, infak, atau sedekah agar uang yang disalurkan tidak tercampur. Lalu, pastikan lembaga tersebut memberikan notifikasi pemberitahuan bahwa zakat sudah diterima,” ujar Tarmizi.

Daftar 8 Golongan yang Berhak Menerima Zakat Fitrah dan Zakat Mal, Fakir Miskin hingga Mualaf

Ini Panduan Lengkap Pelaksanaan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 2021, Buka Puasa, Zakat dan Salat Ied

BAZNAS Antisipasi Penyaluran Zakat untuk Teroris, Potensi Zakat Setahun Rp 12,7 Triliun

Tarmizi juga mengingatkan kepada amil pengelola zakat digital untuk tetap mendoakan muzaik dengan cara yang tepat dan tak lupa menyiapkan bukti setor zakat.

"Kanal untuk membayar  zakat bisa bermacam-macam karena islam itu mudah dan memudahkan," ucap Tarmizi.

Dibandingkan  zakat konvensional, porsi masyarakat yang membayar  zakat secara digital hampir mencapai angka 25 persen.

Saat ini, salah satu kendalanya adalah sosialisasi agar masyarakat semakin mengenal alternatif pembayaran lain yang lebih praktis lewat digital.

"Masih ada anggapan  zakat harus dilakukan secara konvensional, padahal itu bukan syarat sah," pungkas Tarmizi.

Zakat dianggap sah bila sudah ada niat ber zakat dan adanya perpindahan harta ke mustahik (penerima  zakat) melalui amil yang mengumpulkan dan mendistribusikan  zakat.

Selama orang sudah berniat dan dananya telah dipindahkan lewat amil, maka  zakat sudah sah.

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved