Breaking News:

Serba Serbi

Lahir Buda Wage Langkir, Apa yang Seharusnya Dilakukan Umat Hindu?

Buda Wage Langkir ini dirayakan setiap enam bulan sekali atau 210 hari sekali.

Net
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Umat Hindu di Bali tak bisa dipisahkan dari ritual atau upacara.

Mulai dari Kajeng Kliwon yang rutin dilaksanakan setiap 15 hari sekali, begitupula Purnam Tilem dan hari raya besar lainnya termasuk Buda Wage Langkir.

Buda Wage Langkir ini dirayakan setiap enam bulan sekali atau 210 hari sekali.

Pertemua antara saptawara Buda (Rabu) dengan pancawara Wage serta wuku Langkir inilah yang disebut sebagai hari raya Buda Wage Langkir.

Hari raya ini juga dikenal dengan nama Buda Cemeng Langkir dan dirayakan hari ini, Rabu 28 April 2021.

Pada hari ini melakukan persembahan terhadap Sang Hyang Sri Nini, Dewa Sadhana pada tempat penyimpanan harta benda.

Lahir Selasa Pon Langkir, Akan Mengalami Kebahagiaan Saat Umur Ini

Kalender Bali - Lahir Sabtu Paing Langkir, Panjang Umur, Begini Perjalanan Hidupnya

Hari ini juga tidak baik untuk membayar sesuatu.

Hari raya ini merupakan pemujaan terhadap Bhatara Rambut Sedana yang dilaksanakan di merajan keluarga, pemilik toko, pura khayangan tiga desa pakraman, maupun pura khayangan jagat di Bali.

Beberapa umat Hindu juga ada yang memaknainya dengan menghaturkan banten di tempat penyimpanan uang maupun di uangnya. 

Halaman
12
Penulis: Putu Supartika
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved