Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berikut Sepak Terjang dan Prestasi Musisi Pop Bali Ketut Bimbo Semasa Hidup

Made menuturkan pada tahun 2009 lalu, Ketut Bimbo pernah diberikan penghargaan Gita Utama Nugraha.

Tayang:
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Wema Satya Dinata
istimewa
Cover album Ketut Bimbo "Mebalih Wayang". Penyanyi pop Bali Ketut Bimbo berpulang di Desa Banyuatis, Buleleng, Bali, Kamis 29 April 2021. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Berita berpulangnya musisi senior dengan genre pop Bali, Ketut Bimbo membuat semua orang merasa kehilangan. Tak terkecuali pada pengamat musik Bali, I Made Adnyana.

Made menuturkan pada tahun 2009 lalu, Ketut Bimbo pernah diberikan penghargaan Gita Utama Nugraha.

"Tahun 2009, Ketut Bimbo diberikan penghargaan Gita Utama Nugraha untuk kategori lifetime achievement award. Dalam acara Malam Apresiasi Musik Bali yang diselenggarakan Bali Music Magazine yang saya kelola di Hotel Nirmala, Denpasar," ungkapnya pada, Kamis (29 April 2021).

Berpulangnya musisi yang berasal dari Kabupaten Buleleng tersebut membuat Made merasa sangat kehilangan.

Baca juga: Dikenal Sederhana dan Rendah Hati, Widi Widiana Berduka Atas Berpulangnya Ketut Bimbo

Bahkan ia juga sudah berjanji dengan Almarhum Ketut Bimbo untuk membawakan buku ciptaannya yang bertajuk 'Kene Keto Musik Pop Bali'.

"Ya turut merasa kehilangan saja. malah saya punya janji belum sempat saya tunaikan. Saya janji bawa buku 'Kene Keto Musik Bali' untuk almarhum. Tapi karena situasi belum memungkinkan, saya blm bisa ke Banyuatis," tambahnya.

Sepak terjang Ketut Bimbo didunia tarik suara memang tidak semudah yang dipikirkan.

 Made Adnyana pun bercerita bagaimana awalnya penyanyi yang bernama asli Ketut Sudiasa tersebut memulai karirnya.

Awalnya, Ketut Bimbo menciptakan lagu dengan bahasa Indonesia dan memainkannya sendiri dengan menggunakan gitar bolong miliknya ketika tengah siaran di stasiun Radio Massachusetts (saat ini Radio Barong) Singaraja.

Memang sejak tahun 1973, Ketut seringkali membawakan acara di Radio.

Bahkan ia sempat melakukan siaran radio di Karangasem dan Kota Denpasar. Dan dari sanalah ketertarikannya untuk menciptakan lagu berbahasa Bali.

"Ketika di Karangasem, beliau sering berkumpul dengan teman-temannya dan melihat banyak fenomena sosial yang menarik untuk diangkat menjadi sebuah lagu," terangnya.

Lebih lanjut, Made menjelaskan nama trennya yakni Bimbo diambil dari nama grup musik nasional asal Bandung yang digawangi oleh beberapa personil yakni, Syam, Acil dan Iin Parlina.

Dan terinspirasi dari lagu-lagu Bimbo yang berkata lugas soal kritik sosial dengan bahasa yang rapi, jadilah nama Bimbo digunakannya untuk nama udara ketika sedang siaran di Radio.

Baca juga: Berita Duka, Amor Ring Acintya Penyanyi Legendaris Pop Bali I Ketut Bimbo Berpulang di Banyuatis

"Dan setelah nama Ketut Bimbo populer, nama aslinya yakni Ketut Sudiasa pun tak pernah dipakai. Menariknya bahkan nama di Akta Kelahiran dan KTP pun berubah menjadi Ketut Bimbo," imbuhnya.

Lagu pertamanya yang bertajuk 'Buduh' menjadi sebuah karya yang pertamakali ia gaungkan di belantika permusikan pop Bali pada era itu.

Lagu pertamanya itu ia rekam dengan sangat sederhana, yakni dengan menggunakan tape deck dan menggunakan instrumen gitar bolong serta sapu lidi.

 Saat itu, lagunya pun dimainkan di salah satu stasiun televisi kemudian ada yang menyarankan untuk membawanya ke Aneka Record.

"Dan hebatnya lagi saat itu beliau bercerita, satu album hanya direkam selama tujuh jam saja dari sekira pukul 16.00 Wita hingga tengah malam. Walau begitu album itu sempat laris manis dan banyak diburu. Bahkan rekaman yang belum diisi label atau belum ada sampul kasetnya sudah laku terjual," ujarnya.

Sepanjang karirnya sebagai penyanyi yang membawakan sendiri lagu ciptaannya, Ketut Bimbo telah menelurkan belasan album rekaman.

Rata-rata lagu yang ia bawakan bertema kritik sosial atau fenomena kehidupan sehari-hari seperti lagunya yang berjudul 'Ngabut Keladi', 'Manis Nyakitin', 'Ubad Keneh' dan masih banyak lagi.

Dan ia mengakui ketika membuat lagu bahasanya tidak dibuat-buat. Apa yang ada dalam hatinya itulah yang ia tuangkan.

Meskipun termasuk penyanyi papan atas serta diidolakan pada masanya, Ketut Bimbo tidak pernah merasa bahwa dirinya seorang artis. Tak ada yang berubah juga dalam pergaulannya.

"Begitupun ketika tampil manggung kemana saja, ia lebih suka berpakaian apa adanya. Sedari awal memang keinginannya hanya berkarya tak pernah membayangkan akan menjadi populer. Dan sepanjang karirnya tak pernah mematok tarif untuk manggung terlebih jika yang mengundang tampil adalah seorang teman," katanya.

Baca juga: Sosok dan Profil Penyanyi Pop Bali Tut Sana, Album Pertamanya Terjual Hingga 20 Ribu Keping

Dan memang sejak satu dekade terakhir Ketut Bimbo lebih banyak berisitirahat di kampung halamannya dikarenakan kondisinya yang sudah sakit.

Tak jarang dikala senggang ia memainkan piano dan sesekali juga membagikan aktivitasnya di media sosial. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved