Breaking News:

Sponsored Content

Rasakan Manfaat JKN-KIS, Ni Komang Sri Komitmen Rutin Bayar Iuran

Sri yang terdaftar bersama keluarganya sebagai peserta JKN-KIS segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) sangat sadar akan hak dan kewajibannya

Istimewa
Peserta JKN-KIS Ni Komang Sri Maharani Supratiwi 

TRIBUN-BALI.COM - Terpenuhinya kebutuhan akan jaminan kesehatan tentunya menimbulkan rasa aman dan nyaman bagi setiap orang, hal ini tidak terkecuali bagi Ni Komang Sri Maharani Supratiwi.

Wanita yang biasa disapa Sri ini tenang lantaran telah mendaftarkan diri beserta keluarganya menjadi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Sri yang terdaftar bersama keluarganya sebagai peserta JKN-KIS segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) sangat sadar akan hak dan kewajibannya.

Kepesertaannya yang bersifat wajib bagi seluruh penduduk Indonesia merupakan langkah nyata dari pemerintah untuk memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakat.

Baca juga: Ni Wayan Nasri Tanggalkan Penyakit Asam Urat Bersama JKN-KIS

Sri mengaku tidak pernah lupa untuk membayar iuran tepat waktu dan tidak ingin sampai ada tunggakan karena baginya tunggakan akan memberatkan dirinya sendiri.

 Sebagai peserta JKN-KIS, Sri pun pernah menggunakan haknya ketika ia sakit.

Sri bercerita jika dirinya sempat mendapatkan manfaat JKN-KIS beberapa kali.

“Saya pernah menggunakannya untuk berobat di klinik, mulai dari pendaftaran yang mudah, konsultasi dengan dokter hingga diberikan obat, saya tidak menemukan kesulitan apapun,” ungkap wanita 24 tahun ini.

Sri mengatakan jika saat dirinya sakit, ia tidak akan merepotkan keluarganya untuk mengeluarkan biaya yang besar.

Begitu pula sebaliknya apabila ada anggota keluarganya yang sakit, dirinya pun tidak akan terbebani lantaran semua biaya akan ditanggung Program JKN-KIS asalkan sesuai indikasi medis dan prosedur yang berlaku.

Untuk iuran bagi peserta PBPU pun tidak memberatkan dan dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing individu dan tidak ada perbedaan perlakuan antara peserta segmen PBPU kelas 1, 2 maupun 3 serta hal ini pun sudah diakui Sri.

“Saat berobat di klinik, selain peserta JKN-KIS juga ada peserta umum, namun saya tidak merasakan adanya diskriminasi atau perbedaan pelayanan dan pelayanan yang saya peroleh sangat bagus,” jelas Sri.

Sri selalu berdoa dan berharap dirinya akan selalu dianugerahi kesehatan agar dapat tetap bisa mencari nafkah untuk keluarga dan tentu saja untuk membayar rutin iuran JKN-KIS setiap bulannya.(*)

Editor: Wema Satya Dinata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved