Breaking News:

Bisnis

Inflasi Bali pada April 2021 Melandai, Komoditas Utama Penyumbang Inflasi dari daging Ayam dan Babi

Berdasarkan perhitungan BPS, inflasi terjadi di Kota Denpasar sebesar 0,46 persen secara mtm, sedangkan Kota Singaraja tercatat deflasi sebesar 0,15

Istimewa
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Inflasi Provinsi Bali pada bulan April 2021 melandai, pasalnya inflasi tercatat sebesar 0,37 persen secara month to month  (mtm), lebih rendah dibandingkan dengan inflasi pada bulan sebelumnya, 0,52 persen secara mtm. 

Berdasarkan perhitungan BPS, inflasi terjadi di Kota Denpasar sebesar 0,46 persen secara mtm, sedangkan Kota Singaraja tercatat deflasi sebesar 0,15 persen secara mtm.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho mengatakan bahwa kenaikan harga terjadi di kelompok volatile food dan kelompok core inflation.

Sementara kelompok administered prices harganya stabil.

Baca juga: April 2021, Denpasar Alami Inflasi Setinggi 0,46 Persen, Kota Singaraja Deflasi Sedalam 0,15 persen

"Secara tahunan, Bali mengalami inflasi sebesar 1,54 persen secara year on year, lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi nasional yang sebesar 1,42 persen secara year on year.

Inflasi pada kelompok volatile food tercatat 0,56 persen secara mtm," kata Trisno Nugroho pada Senin 3 Mei 2021.

Menurutnya, adapun komoditas utama penyumbang inflasi di periode April ini adalah daging ayam dan daging babi.

Sementara itu harga cabai rawit yang mulai naik sejak November 2020, dan sudah mulai turun di April.

Trisno Nugroho menyebut bahwa penurunan harga cabai rawit sejalan dengan kembali meningkatnya pasokan cabai rawit pasca curah hujan yang menurun.

Halaman
12
Penulis: Karsiani Putri
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved