Breaking News:

Berita Bangli

57 SD di Bangli Sudah Mulai Pembelajaran Tatap Muka

Pada jenjang SD, kebanyakan sekolah belum memulai PTM. Seperti di Kecamatan Bangli, dari total 33 SD Negeri dan Swasta, 9 sekolah diantaranya belum

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Wema Satya Dinata
Istimewa
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdikpora Kabupaten Bangli I Wayan Gede Wirajaya saat melakukan monitoring di SMPN 5 Bangli. Senin (3/5/2021) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Sejumlah satuan pendidikan di Kabupaten Bangli memulai Pembelajaran Tatap Muka (PTM) per hari Senin, 3 Mei 2021.

Tak hanya jenjang SMP, beberapa SD pun sudah mulai buka sekolah dan menerapkan PTM.

Tak seperti SMP yang sebagian besar telah buka sekolah dan memulai PTM.

Pada jenjang SD, kebanyakan sekolah belum memulai PTM. Seperti di Kecamatan Bangli, dari total 33 SD Negeri dan Swasta, 9 sekolah diantaranya belum mulai membuka sekolah.

Baca juga: 7 Desa di Bangli Ditarget Jadi Zona Hijau, 4.000 Orang Divaksin Tiap Hari Mulai Hari Ini

Sementara satu sekolah yakni SDN 1 Pengotan, baru memulai menjadwalkan PTM pada tanggal 10 Mei.

Begitupun di Kecamatan Susut, dari total 30 SD Negeri, 7 sekolah diantaranya belum membuka sekolah.

Sementara di Kecamatan Kintamani, dari total 73 SD Negeri, hanya 11 sekolah yang telah memulai PTM, sedangkan di Kecamatan Tembuku belum ada satupun sekolah yang memulai PTM dari total 28 SD di wilayah tersebut.

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdikpora Kabupaten Bangli I Wayan Gede Wirajaya menjelaskan, sesuai SKB empat menteri yang ditindaklanjuti dengan SE Dinas Pendidikan, dibukanya sekolah bisa dilakukan sejak turunnya SKB empat menteri hingga paling lambat bulan Juli. Pihaknya juga mengungkapkan ada larangan untuk membuka sekolah selama sekolah tersebut sudah siap dengan protokol kesehatan penanggulan covid-19.

“Intinya adalah kesiapan sekolah. Kami juga sediakan surat pernyataan tanggung jawab mutlak, tanggung jawab penuh dari sekolah berdasarkan kesiapan sarana prasarana dan protokol kesehatan. Surat penyataan ini pula yang menjadi jadwal kami melakukan monitoring ke sekolah,” tegasnya.

Syarat lainnya untuk kembali membuka sekolah adalah vaksin lengkap.

Pihaknya mencontohkan di SMP 7 Kintamani yang mana sekitar 25 persen tenaga pendidikan disana, belum mendapatkan vaksin lengkap. Karenanya SMPN 7 Kintamani masih menunda pembukaan sekolah.

“Sebaliknya jika hanya sebagian kecil, misalnya satu hingga dua guru yang belum mendapatkan vaksin dikarenakan tidak lolos screening sehingga akhirnya ditunda, maka hanya guru tersebut yang mengajar secara daring. Sementara sekolah tetap dibuka.

Jadi tidak ada paksaan (membuka sekolah) sesuai SKB empat Menteri itu. Karena aturan yang pasti, paling lambat bulan Juli sudah harus membuka sekolah semuanya,” jelasnya. (*)

Artikel lainnya di Berita Bangli

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved