Breaking News:

Berita Denpasar

Edarkan Paket Sabu Dicor Semen di Bali, Wili Elyasa Dituntut 16 Tahun Penjara dan Denda Rp 10 Miliar

menilai Wili yang tercatat sebagai residivis narkotik telah bersalah, karena terlibat peredaran barang terlarang tersebut.

Penulis: Putu Candra | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Putu Candra
Wili dituntut 16 tahun penjara karena diduga terlibat peredaran sabu. Ia telah menjalani sidang tuntutan secara daring. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Jaksa Penuntut Umum (JPU) melayangkan tuntutan pidana penjara selama 16 tahun terhadap terdakwa Wili Elyasa (32).

Tidak hanya tuntutan pidana yang tinggi, Wili juga dituntut membayar denda Rp 10 miliar subsidair 1 tahun penjara.

Tuntutan tinggi ini diajukan JPU, karena menilai Wili yang tercatat sebagai residivis narkotik telah bersalah, karena terlibat peredaran barang terlarang tersebut.

Diketahui, terdakwa kelahiran Subang, Jawa Barat 28 Desember 1988 ini ditangkap dengan barang bukti 50 paket sabu siap edar yang dikemas dalam cor semen.

Baca juga: Surat Tuntutan Jaksa Belum Siap, Sidang Tuntutan Komplotan Pembobol ATM di Badung & Denpasar Ditunda

Dari pengakuan terdakwa, selama sebulan bekerja sebagai kurir ia telah menempel sabu di 50 lokasi seputaran Denpasar dan Badung.

"Tuntutan JPU telah dibacakan dalam persidangan yang digelar secara online. Atas tuntutan itu, kami akan mengajukan pembelaan secara tertulis pekan depan," terang Bambang Purwanto selaku penasihat hukum terdakwa, Rabu, 12 Mei 2021.

Sementara itu, JPU Sofyan Heru dalam surat tuntutannya menyatakan, terdakwa Wili telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana narkotik sebagaimana dakwaan pertama. Oleh karena itu Wili pun dianggap melanggar Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotik.

Dibeberkan dalam berkas perkara, terdakwa Wili dibekuk di kamar kosnya, Jalan Tukad Pakerisan, Panjer, Denpasar Selatan, Jumat, 11 Desember 2020.

Ditangkapnya terdakwa, berawal dari laporan masyarakat yang diperoleh petugas kepolisian dari Sat Resnarkoba Polresta Denpasar tentang adanya residivis narkotik yang kembali mengedarkan sabu.

Berbekal laporan itu, tim kemudian melakukan penyelidikan di alamat kos tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved