Breaking News:

Berita Bali

Lontar Tata Kramaning Wong Berusia 93 Tahun di Bali, Ini Isinya

Di masa pandemi Covid-19 ini, Penyuluh Bahasa Bali Provinsi Bali di Kota Denpasar, kembali melaksanakan kegiatan konservasi.

Istimewa
Suasana saat konservasi lontar oleh penyuluh Bahasa Bali - Lontar Tata Kramaning Wong Berusia 93 Tahun di Bali, Ini Isinya 

Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tak hanya melaksanakan kegiatan pembelajaran Bahasa Bali melalui online.

Di masa pandemi Covid-19 ini, Penyuluh Bahasa Bali Provinsi Bali di Kota Denpasar, kembali melaksanakan kegiatan konservasi.

Serta identifikasi lontar milik masyarakat di Kecamatan Denpasar Barat, Bali.

Kegiatan yang merupakan tugas utama dari Penyuluh Bahasa Bali ini, dilaksanakan di Gria Sari Tegal Denpasar.

Baca juga: Jadi Saksi Sejarah, Penyuluh Bahasa Bali Harapkan Lontar Dirawat 

Beralamat di Jalan Gunung Mandalawangi No. 74, Denpasar Barat.

Dengan tidak melupakan protokol kesehatan, dan demi mencegah penularan Covid-19.

Konservasi dan identifikasi lontar, yang dilakukan ini bertujuan merawat lontar dan naskah-naskah tradisional lainnya milik Ida Pedanda Gede Sari Arimbawa.

Konservasi lontar yang dilakukan di Gria Sari Tegal Denpasar ini, juga memberikan kesempatan bagi Penyuluh Bahasa Bali untuk merawat lontar yang ditulis pada tanggal 1 Januari tahun 1981.

Lontar Tata Kramaning Wong, yang berusia 93 tahun tersebut berisikan tentang tata aturan dalam bersikap sebagai manusia dalam kehidupan ini.

Dalam merawat lontar yang disalin oleh Jro Mangku Jematang ini, Penyuluh Bahasa Bali menggunakan kuas halus untuk membersihkan debu-debu yang menempel pada helai-helaian daun lontar.

Halaman
12
Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved