Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Jadi Saksi Sejarah, Penyuluh Bahasa Bali Harapkan Lontar Dirawat 

Lontar sebagai pusat sastra, ilmu pengetahuan, kebudayaan, menjadi saksi bisu sejarah peradaban manusia di Indonesia zaman dahulu.

Istimewa
Suasana saat Penyuluh Bahasa Bali melakukan konservasi lontar 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Lontar sebagai pusat sastra, ilmu pengetahuan, kebudayaan, menjadi saksi bisu sejarah peradaban manusia di Indonesia zaman dahulu.

Lontar memberikan cerita tentang sebuah zaman dan peradaban.

Mengisahkan bagaimana nenek moyang dan leluhur umat pada zaman dahulu hidup. 

Namun sayang, banyak lontar yang telah habis termakan usia.

Hal ini juga kerap terjadi di Bali.

Di mana lontar banyak yang telah rusak.

Baca juga: Lontar Berusia Ratusan Tahun Dikonservasi di Kesiman Petilan Denpasar, Ada Lontar Usadha Bebai

Sebab disimpan dalam waktu yang sangat lama.

Jarang dibuka atau bahkan tidak pernah dibuka sama sekali.

Sehingga ketika rusak, banyak ilmu dan kisah sejarahnya yang ikut sirna termakan usia. 

Untuk itu, di Bali hadirlah para penyuluh Bahasa Bali.

Sebagai kaum penyelamat lontar-lontar ini dari kepunahan.

Lontar milik warga dikonservasi, diperbaiki agar ilmu pengetahuan atau kisah sejarahnya dapat diturunkan kepada anak cucu kelak.

Baca juga: Lontar Berisi Kulit Penyu, Penyuluh Bahasa Bali Harapkan Warga Peduli Lontarnya

Juga sebagai salah satu upaya pelestarian budaya. Apalagi banyak juga lontar yang membahas tentang kehidupan Hindu di Bali. 

Penyuluh Bahasa Bali Provinsi Bali di Kecamatan Denpasar Timur, juga terus  melaksanakan konservasi lontar.

Kali ini milik warga di Desa Kesiman Petilan.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved