Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Jadi Saksi Sejarah, Penyuluh Bahasa Bali Harapkan Lontar Dirawat 

Lontar sebagai pusat sastra, ilmu pengetahuan, kebudayaan, menjadi saksi bisu sejarah peradaban manusia di Indonesia zaman dahulu.

Istimewa
Suasana saat Penyuluh Bahasa Bali melakukan konservasi lontar 

Konservasi lontar milik keluarga besar Pasek Gelgel, yang merupakan warga Banjar Meranggi, Desa Kesiman Petilan ini dilaksanakan Selasa, 27 April 2021.

"Nah rencananya akan dilaksanakan dalam 3 bulan ke depan, mengingat lontar yang dimiliki berjumlah kurang lebih 100 naskah berkondisi sebagian baik dan sebagian rusak," jelas salah satu penyuluh, I Wayan Yogi Aditya Urdhhana, kepada Tribun Bali, Minggu 2 Mei 2021. 

Baca juga: Sumber Daya Manuskrip Kuno Melimpah di Indonesia, Puri Kauhan Ubud Konservasi & Digitalisasi Lontar

Sarjana Unud ini, melanjutkan bahwa lontar yang dimiliki keluarga besar Pasek Gelgel ini, disimpan di gedong penyimpenan suci.

Dalam pelaksanaan konservasi tersebut, Penyuluh Bahasa Bali juga mengedukasi keluarga besar pemilik dalam melaksanakan konservasi.

Agar ke depannya, pemilik dapat merawat lontarnya sendiri.

Ciri khas lontar di sini adalah dkulitnya tertutup keropak dan disimpan di dalam peti.

"Besar harapan dari para Penyuluh Bahasa Bali khususnya yang bertugas di Desa/Kelurahan se-Kecamatan Denpasar Timur, agar para warga yang memiliki naskah lontar untuk tetap memelihara naskah lontar yang dimiliki," tegasnya.

Dengan demikian, naskah-naskah lontar yang telah diwariskan oleh panglingsir keluarga, tidak akan punah.

Pemilik pun, kata dia, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Bali yang telah menciptakan dan mengirim Penyuluh Bahasa Bali ini. 

Sehingga dapat membantu masyarakat pemilik lontar, untuk mengkonservasi naskah lontar dan memberikan edukasi kepada pemilik agar naskah lontar yang dimiliki masyarakat dapat lestari.

Proses konservasi lontar dimulai dengan menghilangkan debu menggunakan kuas. 

"Jika setelah dibersihkan, tulisan kurang jelas, bisa dihitamkan dengan menggunakan kemiri yang sudah dibakar, dilanjut dengan mengoleskan minyak sereh+alkohol dengan perbandingan 1:1, kemudian dianginkan, setelah kering bisa disimpan kembali ke tempat penyimpanan," ucapnya. (*)

Berita lainnya di Konservasi Lontar

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved