Berita Bali
Persiapan Wisata Medis di RSUP Sanglah Denpasar, Masih Lengkapi Beberapa Alat Medis
Rencananya Pulau Dewata juga akan menjadi tempat untuk wisata medis, di mana orang-orang bisa tetap berwisata sambil berobat.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Selain menjadi tempat wisata untuk rekreasi, rencananya Pulau Dewata juga akan menjadi tempat untuk wisata medis, di mana orang-orang bisa tetap berwisata sambil berobat.
Dan salah satu tempat untuk para wisatawan bisa berobat ketika berada di Bali adalah di RSUP Sanglah Denpasar.
Unggulkan bedah jantungnya, RSUP Sanglah Denpasar diyakini merupakan satu-satunya Rumah Sakit Rujukan Bedah Jantung untuk daerah timur atau Bali Nusra.
Baca juga: Najwa Shihab Masuk Rumah Sakit, Foto Tangan Diinfus Jadi Sorotan
Dengan mengunggulkan bedah jantungnya, RSUP Sanglah berharap dapat membantu antrian pasien yang cukup banyak di Rumah Sakit Harapan Kita.
"Karena memang pasien jantung antriannya panjang sekali dan RSUP Sanglah Bali merupakan salah satu rujukan bedah jantung satu-satunya di daerah timur. Dan hampir dua tahun kita tidak dapat antrian untuk operasi jantung. Kebetulan kami dari segi SDM, alat operasi, dan ruangan terakhir yang digunakan untuk operasi bental mencukupi. Kami ingin mengurangi beban Rumah Sakit Harapan Kita agar pasien dapat dilayani dengan cepat," ungkap, Dr. dr. Ketut Ariawati, Sp.A (K) selaku Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang RSUP Sanglah Denpasar, Sabtu 15 Mei 2021.
Sementara, untuk persiapan wisata medis di RSUP Sanglah, pada 2022 pihaknya akan buatkan ruang operasi tersendiri khusus untuk bedah jantung.
Sehingga tidak tercampur dengan operasi lainnya.
Dan setelah itu pihaknya akan jadwalkan dalam sehari, terdapat dua kasus baik operasi bedah jantung anak dan orang dewasa.
Sehingga dalam setahun, pihaknya menargetkan sebanyak 170 kegiatan bedah jantung.
Selain itu, terdapat juga beberapa persiapan lainnya.
"Ini persiapannya kurang lebih dari Kementrian Parekraf dan Pariwisata sudah, kami ikut berupa workshop. Dan untuk Sanglah sendiri sebenarnya sudah jalan. Cuma untuk agar disebutkan wisata medis yang mumpuni kami membutuhkan tenaga lagi beberapa orang seperti perawat, dokter anastesi dan semuanya. Untuk alat tahun ini hampir semuanya akan terlengkapi dan jika semuanya sudah terlengkapi, fasilitas alat medis kami akan menyerupai RSCM dan Harapan Kita. Jadi sudah mampu membantu pasien-pasien disana agar tidak mengantri lama," imbuhnya.
Sementara untuk di Bali akan ada tiga rumah sakit yang dijadikan sasaran wisata medis di mana RSUP Sanglah mengungguli bedah jantung dan intervensi, sementara pada rumah sakit sisanya mengungguli ortopedi dan kecantikan (beauty).
Baca juga: RSUP Sanglah Telah Siapkan Kebutuhan Obat dan Oksigen untuk Pasien Selama Libur Lebaran 2021
"Kami memang pada bedah jantungnya. Sesungguhnya kami punya tiga unggulan adalah satu yakni pada jantung unggulannya di bedah, kemudian kemoterapi untuk pasien kanker kami akan berbenah di mana setiap harinya pasien kanker bertambah, kemudian KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) kami akan membangun lagi di tanah kosong untuk bangunan khusus KIA dengan konsep lantai empat," tambahnya. (*).
Kumpulan Artikel Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/rsup-sanglah-denpasar.jpg)