Breaking News:

Vaksinasi

Kemenkes Setop Sementara Penggunaan 448.480 Dosis Vaksin AstraZeneca Batch CTMAV547

Nadia menerangkan Kemenkes akan menunggu lebih dulu pengujian oleh BPOM. Estimasinya, pengujian perlu waktu sekitar satu sampai dua minggu.

Editor: DionDBPutra
Setneg/Biro pers Setpres
Juru Bicara Vaksin Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menghentikan sementara distribusi dan penggunaan 448.480 dosis vaksin AstraZeneca Batch CTMAV547.

Menurut Juru Bicara Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi kebijakan ini diambil sebagai tindak lanjut dari laporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) serius yang diduga berkaitan dengan AstraZeneca Batch CTMAV547.

”Ini adalah bentuk kehati-hatian pemerintah untuk memastikan keamanan vaksin ini. Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk tenang dan tidak termakan hoaks yang beredar. Masyarakat diharapkan selalu mengakses informasi dari sumber terpercaya," ucap Siti dalam keterangan resmi, Minggu 16 Mei 2011.

Baca juga: Penggunaan Vaksin Covid-19 AstraZeneca Dihentikan Sementara, Begini Kata Prof Mahardika

Baca juga: Seorang Pemuda Meninggal Setelah Disuntik Vaksin AstraZeneca, Dewan Bali Minta Vaksinasi Jalan Terus

Komnas KIPI telah merekomendasikan BPOM melakukan uji sterilitas dan toksisitas terhadap kelompok tersebut karena mereka tidak memiliki cukup data untuk menegakkan diagnosis mengenai penyebab dan klasifikasi dari KIPI yang dimaksud.

Nadia menerangkan Kemenkes akan menunggu lebih dulu pengujian oleh BPOM. Estimasinya, pengujian perlu waktu sekitar satu sampai dua minggu.

Kendati begitu, Nadia memastikan penghentian hanya berlaku bagi vaksin AstraZeneca batch tersebut.

Dengan kata lain, tidak seluruh penggunaan vaksin AstraZeneca dengan total dosis mencapai 3,85 juta di Indonesia yang dihentikan. Vaksin AstraZeneca di luar batch tersebut masih boleh digunakan sehingga masyarakat dianjurkan tak perlu ragu.

"Penggunaan vaksin AstraZeneca tetap terus berjalan dikarenakan vaksinasi Covid-19 membawa manfaat lebih besar," jelasnya.

Sebagai informasi, vaksin AstraZeneca Batch CTMAV547 merupakan bagian dari vaksin yang diterima Indonesia melalui skema Covax Facility/WHO pada 26 April 2021.

Vaksin dari batch ini kemudian didistribusikan untuk TNI dan sebagian ke DKI Jakarta dan Sulawesi Utara.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved