Breaking News:

Berita Bali

Persi Bali Percaya Dua Rumah Sakit Swasta Sudah Berpengalaman Untuk Wisata Medis

"Rumah Sakit Swasta Siloam dan BMC sudah beberapa kali berpengalaman. Sebelum ini memang mereka sudah promosi sendiri-sendiri ke Luar Negeri"

ist
dr. IGAN Anom, Mars selaku Ketua Persi Provinsi Bali 

Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Terkait dengan persiapan wisata medis pada dua Rumah Sakit Swasta di Bali yakni Rumah Sakit BMC dan Rumah Sakit Siloam, dr. IGAN Anom, Mars selaku Ketua Persi Provinsi Bali mengatakan bahwa kedua rumah sakit ini tentunya sudah sangat berpengalaman untuk wisata medis.  

“Rumah Sakit Swasta Siloam dan BMC sudah beberapa kali berpengalaman. Sebelum ini memang mereka sudah promosi sendiri-sendiri ke luar negeri seperti Australia,” sebutnya pada, Selasa 18 Mei 2021. 

Selain itu kedua Rumah Sakit ini memiliki keunggulannya masing-masing yakni pada bidang kecantikan.

Memang sebelumnya mereka sudah berjalan sendiri untuk wisata medis, namun nantinya untuk melengkapi legalitas dari Kementrian Kesehatan yang sesuai dengan Permenkes Nomor 76 Tahun 2015, Persi Provinsi Bali akan mengambil beberapa langkah penting. 

“Mereka (RS BMC dan Siloam) punya unggulan dibidang Kosmetik untuk mempercantik diri seperti menaikan pipi termasuk juga bedah plastik. Mereka sudah jalan dan untuk wisata medis ini dikarenakan diharuskan ada legalitas dari Kementria Kesehatan sesuai dengan Permenkes Nomor 76 Tahun 2015, maka akan kami urus. Dan nantinya akan dilihat apakah standarisasinya sudah aktif. Maka dari itu tidak sembarangan untuk membuat Medical Tourism,” tandasnya. 

3 Rumah Sakit di Bali Akan Jalankan Wisata Medis, Ketua Persi Bali: Mereka Berjalan Sendiri

Wisata Medis Masih Wacana, Dispar Bali Sebut Perlu Kajian Mendalam, Butuh Dua sampai Tiga Tahun

dr.Fajar Sebut Pendidikan Kedokteran Juga Harus Diperhatikan Ketika Akan Memfokuskan Wisata Medis

Mampu Tarik Minat Wisatawan

dr. IGAN Anom, Mars selaku Ketua Persi Provinsi Bali meyakini bahwa kelebihan dari pesona Pulau Dewata nantinya akan menarik minat Wisatawan Domestik untuk melakukan wisata medis meski harga berobat wisata medis nantinya lebih tinggi dari Negara Lain. 

“Memang untuk tarif berobat cukup tinggi, yang penting nantinya servis nya bagus dan memberikan keunggulan lainnya. Memang jika dibandingkan dengan Luar Negeri lebih murah di terlebih jika dibandingkan dengan Negara Malaysia atau Singapura kalah kita. Namun kan kita punya potensi wisata. Misalkan wisata medis sudah berjalan setelah ia sudah diambil tindakan kita ajak wisata, itulah kelebihan kita di Bali,” ucapnya pada, Selasa 18 Mei 2021.   

Sementara untuk promosi wisata medis yang selama ini memang kurang digenjot, Persi Bali akan mengambil langkah untuk mendaftarkan ke Board Tourism.

Yang nantinya setelah ini akan mengikuti promosi ke seluruh Negara. 

“Promosi memang kurang bagus karena saya selaku Persi memang baru saja ke Board Toursim. Karena kemarin persyaratan untuk Board Tourism Bali harus Asosiasi yang mendaftarkan sekarang Persi akan mendaftarkan dan juga Asosiasi untuk mengikuti promosi ke seluruh Negara,” tambahnya. 

Kedepannya Persi Bali akan membantu seluruh Rumah Sakit Swasta agar bisa mengikuti program wisata medis.

Pihaknya dari Persi Bali juga berharap dengan ini wisata medis ini dapat berkontribusi untuk Negara.  

“Kita sebagai perwakilan Rumah Sakit Swasta di Bali ini kan sudah lama sekali mengharapkan wisata medis, maka realisasinya juga akan segera. Setidaknya kita bisa berkontribusi untuk Pemerintah Daerah Bali dengan mengambil pasar pada wisata medis ini. Walaupun ini masih cita-cita atau angan-angan mudah-mudahan bisa menarik Wisatawan Domestik untuk berkunjung ke Bali sambil berobat. Jika pariwisata biasanya terkait hiburan, pada wisata medis ini memang pada Kesehatan dan semoga menjadi produktif untuk Bali,” tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved