Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

dr.Fajar Sebut Pendidikan Kedokteran Juga Harus Diperhatikan Ketika Akan Memfokuskan Wisata Medis

Dr.dr.I.B.G. Fajar Manuaba, SpOG, MARS selaku Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta Wilayah Bali masalah Pendidikan Kedokteran turut menjadi masalah.

Tayang:
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Wema Satya Dinata
Istimewa
Dr.dr.I.B.G. Fajar Manuaba, SpOG, MARS selaku Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta Wilayah Bali 

Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Selain pada promosi dan harga, masalah lainnya yang juga harus diperhatikan untuk perkembangan wisata medis yakni pada pendidikan kedokteran untuk SDM.

Menurut, Dr.dr.I.B.G. Fajar Manuaba, SpOG, MARS selaku Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta Wilayah Bali masalah Pendidikan Kedokteran turut menjadi masalah. 

"Masalah mendasarnya memang juga pada Pendidikan Kedokteran.

Kalau Singapura dan Malaysia Commonwealth Persemakmuran Inggris kan jadi format Pendidikannya distandariasi dengan Australia hingga standar juga dengan Inggris. Sehingga dengan mudahnya lulusan Singapura itu bisa mengambil Pendidikan spesialis di Australia karena ijazahnya diakui," paparnya pada, Senin 17 Mei 2021.

Baca juga: Soal Wacana Wisata Medis di Bali, Kadispar Sebut Ada Potensi dan Perlu Kajian Mendalam

Lebih lanjut, ia juga mengatakan demikian pada Negara Filipina bekas jajahan Amerika, sehingga pendidikan medisnya memang berstandar Amerika, maka dari itu Filipina termasuk Negara yang terkenal mengekspor perawat dan juga dokter.

 Sama halnya dengan Negara India, yang juga bekas jajahan Inggris sehingga di Negara Inggris banyak dokter-dokter yang berasal dari India.

"Sedangkan kita walaupun kita jajahan Belanda kan diputus tidak ada hubungan sehingga akhirnya kita selesai Pendidikan kedokteran dianggap mulai dari nol kalau melamar keluar negeri.

Dan mereka kan kelompok-kelompok ini sudah berkolaborasi, misalnya dari Australia tentunya tidak akan merujuk pasien ke Indonesia, pasti rujukannya seperti Singapura karena orang kan tahu standar Pendidikan di Australia dan Singapura, sama begitu juga pada Negara Malaysia karena sama-sama standar Inggris. Kita ini yang akhirnya menyendiri," tambahnya.

Sementara pada Negara Thailand memang melonggarkan warganya untuk bersekolah keluar negeri.

Dilepas lah dokter untuk mengenyam pendidikan Kedokteran ke Luar Negeri, kemudian ketika ia sudah kembali dapat langsung mengembangkan keahliannya yang didapat dari Luar Negeri.

"Sedangkan kita, peraturan kita masih banyak, dan link orang-orang yang lulus dari luar negeri biasanya alami kesulitan di Indonesia," tutupnya. 

Ini Berbagai Hal yang Harus Dibenahi Pemerintah Untuk Kegiatan Wisata Medis di Bali

Sebelumnya Menko Maritim dan Investasi, Luhut Pandjaitan serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno gencar melakukan kampanye terkait Pulau Dewata yang akan digagas untuk menjadi tujuan sentra wisata medis.

Dan rencananya untuk di Bali sendiri akan ada tiga rumah sakit yang menjadi tujuan wisata medis.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved