Berita Bali
3 Malam Terombang-ambing di Tengah Laut, ABK KM Bandar Nelayan Mengaku Pasrah
20 ABK KM Bandar nelayan 188 berhasil selamat dari kapal yang diawakinya setengah tenggelam akibat diterjang badai pada 1.500 nautical mile dari Selat
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN BALI.COM, DENPASAR - 20 ABK KM Bandar nelayan 188 berhasil selamat dari kapal yang diawakinya setengah tenggelam akibat diterjang badai pada 1.500 nautical mile dari Selatan Bali yang merupakan area ground fishing.
Setibanya di Pelabuhan Benoa Denpasar, sejumlah ABK terlihat langsung sujud syukur dan sebagian besar dari mereka pulang tidak membawa apa-apa selain pakaian yang melekat di badannya.
Suasana haru tampak menyelimuti selama proses transfer dari Kapal Angkatan Laut Australia HMAS ANZAC menuju KRI Escolar 871 dan saat tiba di terminal kedatangan Pelabuhan Benoa, Jumat 21 Mei 2021.
Baca juga: Distan Catat 14 Kasus Anjing Positif Rabies di Karangasem Bali
Dari 20 ABK KM Bandar Nelayan 188 yang berhasil selamat, hanya 19 ABK menjalani proses repatriasi melalui jalur darat.
Sementara 1 ABK lain dievakuasi melalui jalur udara karena sebelumnya harus mendapatkan penanganan khusus medis di Fiona Stanley Hospital Perth, Australia.
Salah satu ABK yakni Junaedi mengaku bahwa dirinya bersama ABK lainnya terombang-ambing di tengah lautan selama 4 hari 3 malam sebelum akhirnya mendapatkan bantuan dan dievakuasi ke Kapal FV Fukusekji Maru 15.
Baca juga: Daftar Lengkap Wilayah di Indonesia yang Bisa Saksikan Super Blood Moon 2021, Termasuk Bali
"4 hari 3 malam waktu ini (terombang-ambing di laut). Kapalnya terjebak badai. Alhamdulillah sekali dan senang karena sudah selamat," ucap Agus Junaedi ABK KM Bandar Nelayan 188 asal Bandung dengan lirih dan mata berlinang.
ABK KM Bandar Nelayan 188 lainnya, yakni Mugiyono asal Cilacap mengaku sudah pasrah kepada Tuhan Yang Maha Esa saat itu karena kapalnya diterjang hujan badai dan ruang mesin kemasukan air.
"Kita sudah tidak tahu lagi bagaimana karena terjebak hujan badai di sana. Sudah pasrah saja sama Yang di Atas tapi tetap semangat waktu itu," tuturnya.
Baca juga: Update Penanggulangan Covid-19 di Bali, Positif: 100 Orang, Sembuh: 158 Orang & Meninggal: 1 Orang
Selama terombang-ambing di tengah lautan Samudera Hindia tersebut, ia hanya makan dan minum seadanya karena sebagian kapal tenggelam.
"Ya seadanya (makan minum) itu, ada biskuit yang kita bawa waktu itu atau apalah waktu itu untuk bertahan hidup hingga bantuan evakuasi datang," papar Mugiyono yang merupakan Kapten Kapal KM Bandar Nelayan 188.
Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah Jepang, pemerintah Australia dan pemerintah Indonesia sendiri yang sudah membantu dirinya dan seluruh ABK lainnya mulai dari evakuasi hingga dapat kembali pulang ke Tanah Air hari ini.
Baca juga: Update Penanggulangan Covid-19 di Bali, Positif: 100 Orang, Sembuh: 158 Orang & Meninggal: 1 Orang
Mengenai salah satu ABK nya yang harus mendapatkan penanganan khusus medis di Fiona Stanley Hospital Perth, Mugiyono mengatakan sudah mengalami luka waktu badai setinggi lebih kurang 7 meter menerjang.
Sementara itu, Kepala Kantor SAR Denpasar, Gede Darmada, menyampaikan salah satu ABK kapal bernama Darno asal Cirebon harus mendapatkan perawatan di Fiona Stanley Hospital, Perth jari telunjuknya luka sehingga perlu penanganan medis lebih lanjut.
“Tidak tahu jelasnya bagaimana accident di kapal dan sudah agak membusuk (jari telunjuk tangan kanan) menurut informasi kemarin. Dan harus diambil tindakan operasi untuk amputasi kemarin di Australia,” jelasnya.
Saat ini 19 ABK WNI KM Bandar Nelayan 188 menjalani karantina selama 5 hari di salah satu hotel kawasan Kuta sambil menunggu tes PCR keluar sebelum kembali pulang ke daerah asal, sementara 1 ABK yang kembali ke Indonesia melalui jalur udara tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta malam tadi dan menjalani prosedur protokol kesehatan yang sama.(*)
Berita lainnya di Berita Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/km-bandar-nelayan-laik-laut-21-mei-2021.jpg)