Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Pilpres 2024

Mayoritas Responden Tak Setuju Jokowi Jabat Tiga Periode, Nama Anies Banyak Disebut

Berdasarkan riset tersebut, ucap Bagus, mayoritas responden, yakni 69,50 persen menjawab tidak setuju.

Tayang:
Editor: DionDBPutra
Instagram/@kemensetneg.ri
Presiden Joko Widodo saat memberikan keterangan terkait hilang kontaknya KRI Nanggala-402, Kamis 22 April 2021. 

JAKARTA, TRIBUN BALI - Mayoritas responden tidak setuju masa jabatan Presiden Jokowi selama tiga periode. Demikian hasil survei lembaga Akar Rumput Strategic Consulting (ARSC).

Saat merilis hasil survei secara daring, Sabtu 22 Mei 2021, peneliti ARSC Bagus Balghi mengatakan, dalam survei tersebut peneliti menanyakan kepada para responden, "Apakah perlu amandemen UUD 1945 untuk menambah masa jabatan presiden sehingga Presiden Joko Widodo dapat maju menjadi calon presiden 2024?"

Berdasarkan riset tersebut, ucap Bagus, mayoritas responden, yakni 69,50 persen menjawab tidak setuju. Sedangkan 28,68 persen menjawab setuju, dan 1,49 persen menjawab tidak tahu, yang tidak terjawab 0,33 persen.

Baca juga: Survei Capres Terbaru Indikator: Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan Berkejaran, Prabowo Posisi Tiga

Baca juga: Muncul 17 Sosok yang Dipilih Anak Muda Jadi Capres, Mulai Anies Baswedan Hingga Mahfud MD

Responden juga diberikan pertanyaan ‘jika tidak ada amandemen UUD 1945, sebaiknya Jokowi maju kembali menjadi calon wakil presiden?’

“Responden mayoritas menjawab tidak setuju sebesar 71, 60 persen, kemudian setuju dengan pernyatan tersebut 25,37 persen,” kata Bagus.

Mayoritas responden setuju apabila Jokowi mendukung sosok capres untuk meneruskan program kerjanya selama ini.

Hasilnya, sebanyak 74,13 persen responden setuju, 23,99 persen tidak setuju, 1,65 persen tidak tahu, dan 0,33 persen tidak tahu. “Mayoritas responden menjawab setuju 74,13 persen. Kemudian yang tidak setuju 23,88 persen,” ujar Bagus.

Bagus Balghi mengatakan, dalam survei ini, tanpa disodorkan nama, responden ditanya siapa tokoh pilihannya sebagai capres selanjutnya. Hasilnya, nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan paling banyak disebut responden.

"Hasilnya yang pertama ada Anies Baswedan 17,01 persen, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto 14,31 persen, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo 11,25 persen, dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno 6,87 persen," ujar Bagus.

Selanjutnya, terdapat nama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil 5,86 persen, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono 5,55 persen, dan Menteri Sosial Tri Rismaharini 3,97 persen.

Kemudian, Menteri Kordinator Bidanh Perekonomian Airlangga Hartarto 3,83 persen, Ketua DPR RI Puan Maharani 2,48 pesen, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa 0,66 persen.

Sisanya, elektabilitasnya di bawah 0,50 persen yaitu Menteri BUMN Erick Thohir, Ketua PBNU Said Aqil Siroj, Mendagri Tito Karnavian, Wapres Ma'ruf Amin dan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo.

Alasan responden memilih kandidat tersebut lantaran dinilai memberikan kerja nyata. Selain itu, mereka dinilai sebagai tokoh yang jujur dan berpengalaman.
"Alasan responden memilih kandidat tersebut yang pertama adalah 15,25 persen menyatakan karena kinerjanya terbukti. Disusul 13,70 persen adalah mereka yang berpengalaman. yang ketiga presiden jujur 10,58 persen," ucap Bagus.

Capres Perempuan

Muncul nama calon presiden dari kaum perempuan. Di antaranya mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Sosial Tri Rismaharini, hingga Istri Presiden Joko Widodo, Iriana.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved