Breaking News:

Berita Bali

Program Work From Bali, Upaya Pemerintah Seimbangkan Antara Pertumbuhan Ekonomi & Pengendalian Covid

pemerintah melihat di Bali banyak hotel yang beroperasi dengan kapasitas minimum hunian, hanya 10 persen.

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Suasana di kawasan The Nusa Dua - Work From Bali, Upaya Pemerintah Jaga Keseimbangan Antara Pertumbuhan Ekonomi Bali dan Pengendalian Covid-19 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM - Program Work From Bali ini telah dibahas sejak beberapa bulan lalu, dan bukan menjadi satu-satunya program pemerintah dalam mengembalikan perekonomian Bali.

"Pada program ini, kita berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan penanganan Covid-19,” demikian kata Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Odo R.M. Manuhutu dalam Konferensi Pers Virtual Program Work From Bali (WFB) pada Sabtu (22 Mei 2021) lalu.

Menurut Deputi Odo, pada keterangannya, Senin 24 Mei 2021, pemerintah melihat di Bali banyak hotel yang beroperasi dengan kapasitas minimum hunian, hanya 10 persen.

“Ini berarti untuk bayar gaji tidak cukup, bayar listrik tidak cukup, untuk maintenance pun tidak cukup. Sementara agar hotel bisa membayar maintenance paling tidak occupancy rate-nya harus 30-40 persen,” ungkap Deputi Odo.

Baca juga: Dilakukan di Empat Desa/Kelurahan, Vaksinasi Tahap 2 Covid-19 Dimulai Hari Ini

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho mengatakan bahwa perekonomian Bali memang saat ini masih sangat bergantung dengan pariwisata, dan tidak hanya menyangkut wisatawan namun juga dengan UMKM, restoran dan pertanian.

Berdasarkan riset, hanya Bali provinsi yang selama tahun 2020 mulai kuartal satu hingga kuartal empat semuanya negatif, sementara provinsi lain mulai pulih.

“Riset kami mengatakan bahwa kontribusi PDRB Bali adalah 52-56 persen tergantung dari pariwisata. Seperti halnya kereta api, lokomotif Bali itu memang pariwisata. Tahun lalu, kita lihat dari 34 provinsi di Indonesia, Bali yang paling tertekan dengan pertumbuhan ekonomi minus 9.31 persen year on year (yoy),” jelasnya.

Sebagai upaya pemulihan perekonomian Provinsi Bali, selain menggencarkan program Work From Bali, pemerintah juga tengah mencanangkan transformasi dan diversifikasi perekonomian Provinsi Bali agar ke depannya Provinsi Bali tidak sepenuhnya bergantung hanya kepada sektor pariwisata.

Terkait dengan mekanisme pelaksanaan WFB bagi tujuh kementerian dan lembaga di bawah koordinasi Kemenko Marves, Kepala Biro Komunikasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) Vinsensius Jemadu menjelaskan bahwa dibutuhkan suatu kebijakan terkait kuota, sehingga Aparatur Sipil Negara (ASN) secara bergantian atau bergelombang hingga akhir tahun melakukan WFB.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved