Breaking News:

Waisak 2021

Kebaktian Malam Waisak di Vihara Buddha Dharma Bali Dihadiri Umat Secara Terbatas

Rangkaian ibadah kebaktian malam Waisak diawali dengan pradaksina atau mengelilingi Vihara sebanyak tiga kali, sebagai bentuk satu penghormatan yang

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Suasana kebaktian malam Waisak di Vihara Buddha Dharma Bali, Selasa 25 Mei 2021 malam. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Sejumlah umat Buddha di Vihara Buddha Dharma Bali dengan khidmat mengikuti rangkaian kebaktian malam Waisak 2565 BE / 2021 secara terbatas, Selasa 25 Mei 2021 malam, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Rangkaian ibadah kebaktian malam Waisak diawali dengan pradaksina atau mengelilingi Vihara sebanyak tiga kali, sebagai bentuk satu penghormatan yang dilakukan kepada Buddha Gautama.

Dilanjutkan dengan pengambilan sila yaitu dengan pengucapan pancasila dan penyerahan perlindungan atau tisarana kemudian dilanjutkan dengan meditasi dan dhammadesanna.

"Puncak kebaktian malam waisak tadi adalah pada dhammadesanna.

Baca juga: Selamat Hari Raya Waisak 2021, Kirim 25 Ucapan Ini ke Orang-orang Tersayang atau untuk Update Medsos

Dhammadesanna adalah sebuah pesan yang kita sampaikan kepada umat agar memotivasi umat berbuat baik, mengarahkan umat atau menganjurkan umat agar mereka berbuat baik, jangan berbuat jahat," jelas Bhante Bhadra Vardhana.

Dikarenakan masih dalam masa pandemi Covid-19, pembacaan dari paritta dipersingkat dimana sebelum meditasi ada pembacaan  beberapa paritta tetapi dikurangi mengikuti anjuran protokol kesehatan.

"Dari tahun kemarin banyak yang kita kurangi, durasi kegiatan kebaktian malam Waisak dan puncak hari raya Waisak kita perpendek sesuai protokol kesehatan.

Dan kita hargai itu, dan juga tujuan kita mendukung pencegahan penyebaran Covid-19," tambahnya.

Selain durasi kegiatan ibadah, pihaknya juga melakukan pembatasan umat yang hadir langsung di Vihara dari kapasitas 100 persen dikurangi 60 persen sehingga yang hadir hanya 40 persen.

Dan untuk besok juga dilakukan kegiatan dengan kehadiran umat terbatas mulai pagi sampai siang hari, serta sembahyang besok dikurangi lebih fokus kepada pujabakti dan meditasi detik-detik Waisak saja.

Hari Raya Waisak 2565 BE tahun 2021 dari Sangha Agung mengambil tema "Eling dan Waspada Membangun Kepedulian Sosial".

"Jadi makna dari tema itu kita sebagai umat Buddha, sebagai murid Buddha ditengah kondisi pandemi seperti ini kita juga harus tetap mengembangkan perhatian dan penuh kesadaran," jelasnya.

"Seperti tetap menjaga dan menjalankan protokol kesehatan jangan sampai lengah dan kita tetap berhubungan sosial itu tidak hanya berbuat baik kepada sesama umat Buddha tetapi kita care atau peduli dengan teman-teman lain entah itu antar umat beragama lain ataupun pemerintah," sambung Bhante Bhadra Vardhana.(*)

Artikel lainnya di Waisak 2021

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved