Breaking News:

Penemuan Mayat di Denpasar

Tim KIPI Kota Denpasar Lakukan Penyelidikan Jenazah Abdul yang Meninggal Diduga Usai Vaksin Covid-19

"Jadi kita sudah turun dilapangan mulai tadi sore sampai tadi pagi, jadi untuk melihat kronologis serta Batch vaksin dalam kasus ini,"

Tribun Bali/Luh Putu Wahyuni Sari
Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, dr. Ni Luh Sri Armini ketika ditemui pada, Selasa (25 Mei 2021). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Pasca ditemukannya jenazah diduga terkena KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) dengan atas nama Muhammad Abdul Malanua di Jalan Pulau Sebatik, Dauh Puri Kelod, Denpasar, Tim KIPI Kota Denpasar adakan penyelidikan. 

Ketika ditemui, Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, dr. Ni Luh Sri Armini mengatakan bahwa Tim KIPI Kota Denpasar sudah turun ke lokasi langsung. 

"Jadi kita sudah turun dilapangan mulai tadi sore sampai tadi pagi, jadi untuk melihat kronologis serta Batch vaksin dalam kasus ini," ungkapnya pada, Selasa (25 Mei 2021).

Lebih lanjutnya ia mengatakan, memang segala sesuatu yang terjadi 1 sampai 30 hari setelah vaksin merupakan KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) baik yang bersifat ringan hingga sedang. 

"Kalau ada yang seperti itu misalkan ada keluhan yang ringan seperti bengkak ada terasa Kemeng di tangannya atau ada keluhan lain sudah disediakan contact person yang harus dihubungi, dan ada di kartu vaksinasi," tambahnya. 

Abdul Terbujur Kaku di Kos Jl Pulau Sebatik Denpasar, Sempat Ikut Vaksin & Punya Riwayat Hipertensi

Ini Identitas Mayat Lelaki yang Ditemukan di Jalan Pulau Sebatik Denpasar, Diduga Sempat Ikut Vaksin

dr. Armini juga menambahkan, dan jika contact person sudah dihubungi harus ditindak lanjuti. Sementara untuk kasus ini, diakui dr. Armini memang yang bersangkutan tidak ada menelpon petugas.  

Sementara untuk Vakin astraZeneca batch berapa yang digunakan untuk menyuntikkan korban, ia mengakui belum mengetahui pasti untuk hal tersebut.

Ia juga memastikan tidak ada batch yang ditarik beredar di Bali khususnya di kota Denpasar.

Dan mengenai tidak dilakukannya autopsi terhadap jenazah, dr. Armini mengatakan ia tidak berwenang untuk soal tersebut. 

"Saya tidak tahu ya kenapa tidak di otopsi karena itu bukan kewenangan saya untuk menjawab. Sebelum vaksin Covid-19 kan ada screening kesehatan sudah dicek apakah dia ada hipertensi diabetes, gagal jantung vertigo, semua dicek dan sudah tentu ketika divaksin sudah memenuhi syarat. Dan waktu itu yang bersangkutan memenuhi syarat waktu itu tensinya dibawah 180 dan untuk suhu tubuh juga sudah memenuhi persyaratan," paparnya. 

Hingga saat ini, pihaknya masih menunggu petugas yang sedang melakukan penyelidikan di lapangan.

Dan petugas-petugas tersebut terdiri dari Komda KIPI dan juga beberapa tim ahli. 

"Kalau data yang didapatkan sudah lengkap baru ke Komnas. Makanya saya tau dia sudah terskrining karena sudah saya tanyakan ke petugasnya. Kan tensinya diperiksa mana bisa dia tidak jujur artinya secara SOP korban sudah memenuhi syarat untuk divaksin," tutupnya. (*) 

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved