Breaking News:

Wisuda ke 12 dan Dies Natalis ke 21 STIE-BIITM, Diikuti 21 Peserta

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bali International Institute of Tourism Management (STIE-BIITM) menggelar Wisuda yang ke 12.

Tribun Bali/Harus Ar Rasyid
Acara Wisuda ke 12 dan Dies Natalis ke 21 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bali International Institute of Tourism Management (STIE-BIITM). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bali International Institute of Tourism Management (STIE-BIITM) menggelar Wisuda yang ke 12.

Acara wisuda yang diselenggarakan STIE-BIITM berlokasi di Hotel Grand Inna Bali Beach, Sanur, Denpasar, Bali.

Acara wisuda ini juga dirangkaikan dengan acara dies natalis atau acara ulang tahun Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bali International Institute of Tourism Management (STIE-BIITM).

Wisuda dilaksanakan pada Kamis, 27 Mei 2021 dan diikuti oleh 21 wisudawan/wisudawati.

Acara wisuda dan dies natalis dihadiri langsung oleh Dr. Ejasa Sembiring, M.Si selaku Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bali International Institute of Tourism Management (STIE-BIITM), Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si,  Kepala LLDIKTI Wilayah VIII, Prof. Dr. H. Nugroho Budi Satrio Sukamdani, MBA.,BET selaku Ketua Yayasan Pendidikan Kesejahteraan dan Sosial Sahid Jaya serta beberapa tamu undangan lainnya.

Acara ini juga turut hadir juga keluarga dari masing-masing wisudawan/wisudawati.

Acara ini digelar dengan menerapkan protokol kesehatan ketat dengan memakai masker dan memakai pelindung wajah.

Acara wisuda dan dies natalis STIE-BIITM  kali ini mengusung tema "Membangun Generasi Muda yang Tangguh dan Berkarakter di Era Data Teknologi"

Di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil serta masih berlangsungnya Covid-19, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bali International Institute of Tourism Management (STIE-BIITM), Dr. Ejasa Sembiring, M.Si memberikan tiga pesan khusus kepada 21 orang wisudawan/wisdawati agar jangan pernah menyerah, jangan pernah berhenti belajar, dan Ber-DOA (Dana, Orang, Alat)

"Saya berpesan kepada para wisudawan yang pertama itu, agar jangan pernah menyerah. Sekalipun ada tantangan, kita harus terus berselancar di atas gelombang, karena kalau kita tidak bergerak kita akan dilindas oleh gelombang tantangan tadi. Yang kedua, saya mengingatkan kepada mereka agar jangan pernah berhenti belajar. Belajar untuk menemukan inovasi dan gagasan-gagasan baru. Belajar kan bisa dari mana saja, contohnya bisa dengan menciptakan bisnis kecil-kecilan. Beberapa nama bahkan saya tahu mereka itu punya bisnis kecil, tapi tentu memang tidak bisa cepat, harus ada proses. Pesan yang ketiga adalah doa. Doa ini artinya ada dana, ada orang, ada alat (sarana). Saya yakin, dimanapun mahasiswa STIE-BIITM berada, selama masih ingin berjuang, tidak tertutup kemungkinan untuk berhasil," paparnya.

Halaman
123
Penulis: Harun Ar Rasyid
Editor: M. Firdian Sani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved