Musik Bali
Stormhour, Badai Api Dari Lembah Batukaru
Bali surgawi para wisatawan, juga surga bagi bertumbuh dan berkembangnya band-band cadas.
Penulis: Putu Candra | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bali surgawi para wisatawan, juga surga bagi bertumbuh dan berkembangnya band-band cadas.
Tidak hanya didominasi kaum urban perkotaan, para pegiat musik cadas muncul dari pelosok pedesaan.
Adalah unit death metal asal lembah Gunung Batukaru, Penebel, Tabanan, Stormhour turut memanaskan hingar bingar ranah musik metal di Bali.
Dari dataran tinggi yang dingin, Stormhour ibarat badai api, menebar jilatan panas melalui karya-karyanya.
Baca juga: Eksistensi 6 Tahun Antibodi di Album ‘Still Going Strong’
Digawangi oleh Elly Kumaradana (Vokal), Sastra Widnyana (Gitar), Angga Manggala (Bass), dan Cahya Adi (Drum), mereka mulai menancapkan taringnya di dunia musik cadas Bali, pada tahun 2016.
Awal diproklamirkan, Stormhour menahbiskan diri mengusung genre death metal.
"Kami bawakan musik death metal yang kami padukan dengan beberapa elemen seperti technical, progressive, dan deathcore dari band-band seperti Necrophagist, Opeth, Rings Of Saturn, Entheos, The Zenith Passage, Gorod, Fallujah dan sejenis lainnya” jelas Cahya Adi, Sabtu 29 Mei 2021.
Berbicara karya, Elly sang vokalis mengatakan, Stormhour di tahun 2018 telah melepas single perdananya bertajuk "Rearrangement to the Sky".
Pula medio September 2020 mereka kembali merilis single terbaru yang berjudul "Profanitas Sarkasme".
“Lagu Profanitas Sarkasme berbicara tentang perpecahan yang ditimbulkan dari seorang atau kelompok yang membawa ideologi mereka masing-masing. Merasa paling baik dari yang lainnya, seolah kepercayaan yang lain darinya tidak ada apa-apanya. Dengan melihat dari berita, surat kabar dan kenyataan yang terjadi, maka terciptalah lagu ini," jelas Elly.
Single "Profanitas Sarkasme" telah dirilis secara digital melalui kanal-kanal musik digital seperti Spotify, iTunes, Deezer, Joox, dll.
Baca juga: Band Rock Karangasem Bali Nonekes Rilis Album For A Better Life, Bisa Didengarkan di YouTube Music
Serta official video lirik melalui kanal YouTube Stormhour Official.
Di sisi lain, meski dihantam badai pandemi, Stormhour enggan mengibarkan bendera putih, tanda menyerah pada keadaan.
Memang ada pendapat, menilik situasi kini sepertinya kurang tepat merilis sebuah single.
Apalagi bagi band yang baru merintis karir di industri musik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/stormhour-badai-api-dari-lembah-batukaru.jpg)