Berita Bali
Sumber Mata Air Petung, Keindahan Alami di Karangasem
Bali adalah Pulau Surga. Demikian kira-kira orang menyebutnya. Nama lain selain Pulau Dewata.
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Laporan Wartawan Tribun Bali Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bali adalah Pulau Surga. Demikian kira-kira orang menyebutnya. Nama lain selain Pulau Dewata.
Nama itu tak disematkan tanpa alasan.
Pasalnya, Bali memiliki banyak destinasi alam nan indah.
Bahkan diantaranya, masih banyak yang sangat alami dan anti mainstream.
Baca juga: Mistis, Kisah Air Terjun Dedari Hingga Cerita Griya Jro Mekel
Sebut saja, sumber mata air permukaan di Petung Padang Aji, Selat, Karangasem, Bali.
Aliran sungai perbatasan antara Muncan dan Padang Aji ini, sangat jernih, dingin, dan bersih.
Layaknya air mineral kemasan, air di sini benar-benar segar.
Sebab datang langsung dari bawah tanah, serta dari dalam batu.
Sehingga sangat bersih dan segar.
Dasar sungai yang tidak terlalu dalam pun terlihat dari atas.
Karena saking jernihnya aliran air di sungai tersebut.
"Kalau orang sini menyebutnya dengan nama 'Toya Babah' karena airnya yang keluar dari tebing dan kan airnya bah atau jatuh," ujar Ketut Ewin, pedagang snack di area tersebut.
Kepada Tribun Bali, Jumat 28 Mei 2021, ia bercerita banyak hal.
Termasuk salah satunya tentang adanya tempat melukat di dekat lokasi viral tersebut.
Hanya saja tempat melukat itu, sangat sakral dan keramat.
Sehingga tidak sembarang orang bisa datang dan masuk ke sana.
Tanpa izin dari jero pemangku di sana.
Sedangkan sungai di bawahnya, memang telah viral di media sosial.
Sejak lama, banyak kaula muda membagikan momen keseruan mandi di area tersebut.
Membuat para netizen penasaran dengan lokasi ini.
Baca juga: Sisi Lain Air Terjun Taman Sari Bakbakan, Pancoran Dedari Jadi Tempat Bidadari Mandi
Saat Tribun Bali mendatangi lokasi tersebut, terlihat dari hulu hingga hilir banyak warga yang mandi dan berendam.
Anak-anak berenang dan melompat kesana-sini dengan riang gembira.
Kebanyakan dari mereka adalah penduduk sekitar wilayah tersebut.
Sisanya adalah pengunjung dari luar Karangasem, yang ingin tahu seperti apa lokasi viral ini.
Tak dinyana, memang sangat indah dan mengagumkan.
Tribunners bisa melaju menuju ke wilayah Rendang. Kemudian melaju ke Muncan.
Dari sana, pengunjung bisa bertanya kepada masyarakat setempat lokasi ini.
Karena memang tidak dibuka untuk umum.
Dan bukan dibuat sebagai destinasi wisata.
Sehingga tidak ada retribusi masuk atau tiket apapun.
Air dari sungai ini, mengalir deras dari semak belukar, batu di tebing dan tanah.
Tanpa henti terus mengalir, bak air terjun. Melewati sawah-sawah warga sekitar.
Membuatnya subur dan makmur.
Ada pula beberapa terlihat tumbuhan Kangkung di sekitarnya.
"Sejak viral itu, memang ramai orang luar ke sini. Tapi kalau sehari-hari ya masyarakat biasa yang mandi ke sini," jelasnya.
Tanpa arahan, semua pengunjung saling menunggu.
Sampai pengunjung yang datang terlebih dahulu, selesai mandi dan bersenang-senang.
Sebab memang area sungai ini tidaklah lebar.
Baca juga: Melukat di Pura Tirta Suranadi Klungkung, Tirta Muncrat Satu Diantara Sumber Air Panglukatan
Sehingga yang ingin mandi di hulu harus menunggu gilirannya.
Sembari menikmati alam sekitar yang masih rimbun dengan berbagai macam pepohonan.
Ikan-ikan juga ikut berpartisipasi dan berenang bersama pengunjung.
Setidaknya ada 3 kolam alami yang terbentuk.
Dan yang paling viral adalah kolam paling bawah.
Sedangkan kolam paling atas, adalah pemandian untuk kaum wanita.
Airnya juga datang dari bawah tanah. Serta ada palinggih di sana.
Untuk itu, yang mau mandi disarankan tidak dekat dengan palinggih di sana. Agar tidak mengotorinya.
Ada pula area tertutup dengan pancoran di dalamnya.
Banyak orangtua dan lansia mandi di sana. Setelah datang dari bekerja di sawah.
"Kalau ke sini siang atau sore memang selalu ramai," sebutnya. Untuk itu pengunjung disarankan datang pagi hari agar lebih bisa menikmati airnya. Bahkan, kata dia, saat pagi airnya dingin hingga seakan-akan mengeluarkan asap. (*).
Baca juga: Keunikan Tempat Malukat di Griya Beji Waterfall Badung, Ada Sensasi Teriakan dan Tertawa Lepas
Kumpulan Artikel Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/tukad-petung-muncan.jpg)