Breaking News:

techno

Evolusi Jaringan Seluler Dari Tahun 1979 Sampai Sekarang, 1G Hingga 5G

Perkembangan teknologi jaringan seluler diawali dari generasi yang lebih sederhana, yakni 1G. Perjalanannya pun terbilang cukup panjang.

SHUTTERSTOCK via KOMPAS.com
Ilustrasi 5G 

TRIBUN-BALI.COM - Smartphone sudah melekat dalam aktivitas keseharian manusia saat ini. Smartphone seakan-akan telah menjadi kebutuhan pokok yang wajib dimiliki oleh semua.

Namun, peranan smartphone akan berkurang tanpa kehadiran jaringan seluler dan internet. Sementara untuk mengakses internet, dibutuhkan layanan jaringan seluler yang kredibel.

Saat ini, perkembangan teknologi telah mengantarkan peradaban manusia ke era jaringan seluler 5G. Salah satu keunggulan yang dibawa teknologi seluler generasi kelima ini adalah kecepatan unduh (download) yang diklaim bisa mencapai 20 Gbps.

Baca juga: Tak Perlu Ganti SIM Card Untuk Dapat Jaringan 5G, Masuk Bali Dalam Waktu Dekat Ini

Jauh sebelum itu, perkembangan teknologi jaringan seluler diawali dari generasi yang lebih sederhana, yakni 1G. Perjalanannya pun terbilang cukup panjang. Dibutuhkan waktu sekitar 40 tahun untuk menyempurnakan teknologi jaringan seluler dari generasi 1G ke 5G.

Lantas bagaimana perjalanan evolusi jaringan seluler 1G ke 5G? Selengkapnya, berikut pemaparannya, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Cengn, Jumat (28/5/2021).

1G

Jaringan generasi awal ini pertama kali dikomersilkan oleh perusahaan Jepang, Nippon Telegram and Telephone (NTT) pada tahun 1979.

Mulanya, jaringan seluler ini hanya diperuntukkan bagi masyarakat kota Tokyo. Lima tahun kemudian, NTT akhirnya berhasil mendistribusikan 1G secara merata di seluruh kota di Jepang.

Baca juga: Telkomsel Resmi Menjadi Operator Seluler 5G Pertama di Indonesia

Tak hanya di Jepang, 1G turut diperkenalkan di Amerika pada awal Maret 1983 oleh perusahaan Ameritech. Jaringan 1G kemudian turut didistribusikan di Kanada pada pertengahan tahun 1980-an dan di Inggris pada tahun 1985.

Pada era tahun 80-an, jaringan 1G dapat diakses dengan ponsel Motorola DynaTAC. Ponsel yang dijuluki The Brick (batu bata) tersebut memiliki bobot sekitar 1 kg, dan dibutuhkan waktu hampir 10 jam untuk mengisi daya ponsel ini hingga penuh.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved