Ngopi Santai
Thomas yang Tak Mudah Percaya
Thomas cenderung meragukan segala hal. Skeptis. Tak lekas percaya kalau belum lihat bukti.
Penulis: DionDBPutra | Editor: Ady Sucipto
TRIBUN-BALI.COM -- Thomas cenderung meragukan segala hal. Skeptis. Tak lekas percaya kalau belum lihat bukti.
Karena karakternya macam itu Si Thomas jarang umbar janji. Sebaliknya dia selalu berusaha memberi bukti empiris.
"Saya tidak menjanjikan trofi atau gelar apapun. Janji saya adalah bekerja sebaik-baiknya untuk tim."
Begitu pernyataan Thomas Tuchel kepada utusan pemilik klub Chelsea, Roman Abramovich yang menemuinya di Paris dua hari setelah hari Natal tahun 2020.
Sang miliader dari Rusia rupanya jatuh hati. Kalau Roman sudah jatuh cinta segala urusan pasti beres.
Sebulan kemudian, 26 Januari 2021, Thomas Tuchel resmi menjadi pelatih Chelsea.
Dia menggantikan Frank Lampard, anak muda yang harus belajar lebih banyak lagi menjadi pelatih agar lebih sukses di masa depan.
The Blues memecat Lampard menyusul hasil buruk yang diraih N'Golo Kante dkk pada paruh pertama Liga Inggris musim 2020-2021.
Tuchel tinggalkan Paris Saint-Germain (PGS), klub yang dia bawa sampai ke final Liga Champions 2020 yang akhirnya menyerah 0-1 atas Bayern Muenchen.
Empat bulan tiga hari bekerja di Stamford Bridge, kinerja Thomas Tuchel luar biasa.
Chelsea meraih trofi paling bergengsi di benua Eropa, Liga Champions. Ini merupakan gelar kedua bagi klub itu setelah musim 2011-2012.
Di final Sabtu malam 29 Mei 2021, Chelsea mengalahkan Manchester City (sang juara liga Inggris) 1-0 lewat gol Kai Havertz pada menit ke-43.
Di level domestik, Chelsea mengakhiri kompetisi Liga Premier di posisi keempat setelah mengoleksi total 67 poin. The Blues hanya beda dua angka dari Liverpool di urutan ketiga.
Maka pantaslah bila Thomas Tuchel begitu berbahagia sampai lepas sepatu saat perayaan kecil bersama anak asuhnya di ruang ganti Estadio Do Dragao, Porto, Portugal.
Dalam video yang beredar terlihat Thomas Tuchel paling terakhir yang masuk ke ruang ganti Chelsea setelah para pemain dan staf.
Thomas buka botol sampanye lalu dia semprotkan ke seluruh pemain.
Skuat Chelsea pun berjingkrak girang mengitari trofi Liga Champions Eropa yang diletakkan di tengah ruang ganti.
Aksi Tuchel tidak berakhir di situ. Setelah semprot minuman, Thomas melepas kedua sepatunya.
Pertama pelatih asal Jerman itu melepas sepatu kanan. Lalu sepatu kiri. Sepasang sepatu itu kemudian dimasukkan Tuchel ke dalam trofi Liga Champions.
Aksi uniknya lagi-lagi disambut teriakan dan lompatan pemain Chelsea. Setelah itu, Reece James Cs bersamaan mengangkat sepatu kiri Thomas Tuchel seperti layaknnya trofi Liga Champions.
Mengapa pria kelahiran Krumbach, 29 Agustus 1973 itu melepas sepatu? Seusai laga final Liga Champions, Thomas Tuchel sempat bilang begini.
"Para pemain Chelsea berjuang sangat keras pada laga final ini. Kami bekerja seperti ingin meletakkan batu di sepatu para pemain Man City," kata Thomas Tuchel.
Racikan taktik Thomas Tuchel di Porto Sabtu malam memang bagaikan batu karang. Mengunci mati setiap inci pergerakan Man City selama satu setengah jam.
Pep Guardiola kehilangan sentuhan magisnya. Tak ada tiki-taka. Nihil sentuhan maut ke gawang The Blues. Man City rajin bergerak tapi tak efektif. Gol yang dinanti tak pernah tiba.
Setelah bekerja selama empat bulan di Inggris, Thomas Tuchel menorehkan catatan sejarah bagi klub dan rekor pribadinya.
Dia mempersembahkan gelar juara Liga Champions bagi Chelsea sekaligus trofi ke-30 sepanjang sejarah klub tersebut. Secara pribadi inilah trofi Liga Champions pertamanya sebagai arsitek tim.
Thomas Tuchel kini menyamai prestasi sejawatnya asal Jerman, Juergen Klopp (Liverpool) dan Hansi Flick (Bayern Muechen).
Liga Champions Eropa tiga musim terakhir dikuasai pelatih berkebangsaan Jerman, negeri adidaya bola.
Trofi Liga Champions musim ini merupakan pencapaian terbaik Tuchel. Grafik prestasinya memang terus menanjak dalam tiga tahun terakhir.
Saat masih di Paris, Thomas Tuchel sejatinya memiliki reputasi apik bersama PSG.
Dia sukses mempersembahkan dua titel Ligue 1, satu gelar Coupe de France dan Coupe de la Ligue, serta membawa Les Parisiens tampil pada final Liga Champions 2019-2020.
Setelah tahun lalu dia tertunduk pilu karena PSG kalah di final melawan Bayern Muenchen, di penghujung Mei 2021, Tuchel tersenyum menikmati buah karyanya bersama Chelsea.
Proficiat Thomas dan seluruh penggemar The Blues di mana saja tuan dan puan berada.
Salam bola!
(dion db putra)
--
Dion DB Putra
http://www.dionbata.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pelatih-chelsea-asal-jerman-thomas-tuchel-kanan-duduk-bersama-keluarganya.jpg)