Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

BEDA Hari Lahir Pancasila dengan Kesaktian Pancasila, Satunya Identik Bung Karno, Satunya Soeharto

BEDA Hari Lahir Pancasila dengan Kesaktian Pancasila, Satunya Identik Bung Karno, Satunya Soeharto

Editor: Widyartha Suryawan
Arsip Negara
Bung Karno dan Soeharto - BEDA Hari Lahir Pancasila dengan Kesaktian Pancasila, Satunya Identik Bung Karno, Satunya Soeharto 

TRIBUN-BALI.COM - Hari ini, Selasa 1 Juni 2021 diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila.

Hari Lahir Pancasila juga diperingati sebagai hari libur nasional.

Dahulu, Hari Lahir Pancasila tidak diperingati secara luas seperti sekarang.

Hari Lahir Pancasila baru diperingati setiap tahun dan jadi hari libur nasional mulai 2017.

Peresmiannya dilakukan oleh presiden Joko Widodo (Jokowi), melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016.

Ucapan Hari Lahir Pancasila
Ucapan Hari Lahir Pancasila (ist)

Meski demikian, banyak yang belum tahu perbedaan Hari Lahir Pancasila dengan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober.

Lantas, apa perbedaannya?

Dirangkum dari berbagai sumber, inilah perbedaan peringatan Hari Lahir Pancasila dan Hari Kesaktian Pancasila.

Bung Karno dan Hari Lahir Pancasila
Dipilihnya 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila merujuk pada pidato presiden pertama Indonesia, Soekarno.

Momen tersebut terjadi saat sidang Dokuritsu Junbi Cosakai atau dikenal pula dengan Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Sidang tersebut dilaksanakan pada 29 Mei hingga 1 Juni 1945.

Pada akhir sidang, Bung Karno mendapat giliran untuk menyampaikan gagasannya tentang dasar negara Indonesia merdeka, yang dinamakannya Pancasila.

Baca juga: KUMPULAN Kutipan Tokoh Ucapan Hari Lahir Pancasila 1 Juni, Tumbuhkan Rasa Cinta Tanah Air

Awalnya, pidato Soekarno itu disampaikan tanpa judul.

Pidato tersebut akhirnya dibukukan, dan baru mendapat sebutan 'Lahirnya Pancasila'.

Istilah itu disebutkan oleh mantan Ketua Sidang BPUPKI, Dr. Radjiman Wedyodiningrat, berdasarkan kata pengantar buku pidato tersebut yang terbit pada 1947.

Sumber: TribunStyle.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved