Video Bupati Alor Marah dan Hina Menteri Sosial Viral, Ternyata Pernah Ancam Tembak Perwira TNI
Video Bupati Alor Marah dan Hina Menteri Sosial Viral, Ternyata Pernah Ancam Tembak Perwira TNI
TRIBUN-BALI.COM- Warganet dihebohkan dengan beredarnya video Bupati Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), Amon Djobo marah dan menghina Menteri Sosial Tri Rismaharini.
Video tersebut viral di media sosial.
Kemarahan tersebut ia luapkan kepada staf kementerian yang datang ke Alor beberapa waktu lalu karena bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) diurus oleh DPRD setempat.
Tenyata bukan hanya Risma yang menjadi sasaran kemarahan Amon Djoba.
Pada November 2020, Armon Djabo pernah berseteru dengan seorang Kolonel dari TNI AD.
Baca juga: Risma Tak Berniat Menjadi Calon Presiden Tahun 2024
Amon Djobo dilaporkan ke Polda NTT lantaran diduga mengancam akan menembak mati Kasilog Korem 161/Wira Sakti Kolonel (Cpl) Imanuel Yoram Dionisius Adoe.
Bersitegang karena masalah tanah
Masalah antara Armon dan sang kolonel terjadi pada Kamis, 15 Oktober 2020.
Dikutip dari Surya.co.id, ketika itu Bupati Alor menggelar rapat untuk menyelesaikan persoalan tanah milik TNI yang digunakan oleh Polri. Rapat itu pun dipimpin langsung oleh Bupati Alor.
Turut hadir Kasie Log Korem 161 Kolonel Imanuel Yoram Dionisius Adoe dan sejumlah pihak terkait lainnya. Rapat itu kemudian menghasilkan beberapa kesimpulan.
Baca juga: Risma Ungkap Keanehan Data Dansos, Ada Penerima Lahir Tahun 2060 dan Punya 11 NIK
Pertama, sesuai peta dan tanah peminjaman dengan cara verbal pada tahun 1948, serta catatan pihak BPN Alor, bahwa tanah itu tercatat sebagai aset dalam penguasaan TNI.
Kedua, soal aset tanah milik TNI yang di dalamnya terdapat aset Polri, kedua belah pihak sepakat menyederhanakan dan melihat permasalahan dengan mengacu pada data hukum dan aturan yang berlaku.
Ketiga, pihak pemda akan membantu mempercepat penyelesaian masalah tersebut dengan menyiapkan alternatif tanah pengganti yang dapat digunakan untuk TNI-Polri.
Terakhir, Polri akan mempelajari dan membuat kajian hukum untuk mencari solusi alternatif lainnya.
Sehari setelah diadakan rapat atau pada 16 Oktober 2020, Protokoler Pemkab Alor bernama Robert Meok menindaklanjuti dengan menemui Kolonel Imanuel di salah satu hotel di Kabupaten Alor.
Robert juga membawa serta surat tentang risalah hasil rapat untuk ditandatangani masing-masing pihak sebagai bentuk persetujuan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/bupati-alor-hina-menteri-risma.jpg)