Berita Denpasar
PANIK Dikejar Satpol PP Denpasar, Gepeng Ibu & Anak Asal Karangasem Kocar-kacir dan Nyemplung ke Got
PANIK Dikejar Satpol PP Denpasar, Gepeng Ibu & Anak Asal Karangasem Kocar-kacir dan Nyemplung ke Got
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Widyartha Suryawan
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gelandangan dan pengemis atau gepeng masih banyak ditemukan di sejumlah ruas jalan di Kota Denpasar.
Mereka menghampiri satu per satu pengendara yang berhenti ketika lampu merah menyala.
Ada yang menawarkan tisu atau jepit rambut, ada juga yang langsung menengadahkan telapak tangan agar diberi uang.
Tak hanya bocah, di beberapa titik jalan para gepeng dewasa bahkan sembari menggendong anak kecil mereka.
Pengasong cilik yang kerap bersama ibu-ibu di wilayah Kota Denpasar tersebut kocar-kacir saat mengetahui patroli Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar.
Baca juga: Ada Pegawai Spa Memilih Jadi Pengemis, Satpol PP Badung Amankan Ratusan Gepeng Selama Pandemi
Salah satunya bahkan ada yang berlari dan sembunyi di bawah gorong-gorong di Jalan Kenyeri, Denpasar.
Beberapa diantaranya hanya bisa pasrah saat diamankan oleh petugas.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan ada 17 orang pengasung dan gelandang pengemis di Kota Denpasar yang berhasil diamankan dan dibina di ruang binaan Satpol PP.
"Ada 17 orang pengasong dan gepeng, asal semua dari Munti Gunung, Karangasem, diamankan dari Simpang Gatot Subroto - Jalan kenyeri dan Kawasan Jalan By Pass, Sanur kemarin sore," kata Dewa kepada Tribun Bali, Jumat 4 Juni 2021.
"Ada yang begitu lihat petugas Pol PP, ibu sama anak-anak lari nyemplung ke got sembunyi di gorong-gorong," tuturnya.
Selanjutnya, hari ini ketujuhbelas pengasong dan gepeng yang kerap beroperasi di wilayah Kota Denpasar itu dipulangkan ke daerah asal di Munti Gunung, Karangasem.
"Hari ini pemberangkatan pemulangan pengasong dan gepeng ke daerah asalnya," ujarnya.
Menjamur di Gianyar dan Badung
Berdasarkan catatan pemberitaan Tribun Bali, keberadaan gepeng atau gelandangan dan pengemis yang terdiri dari orang dewasa dan anak-anak juga kerap ditemukan di wilayah Gianyar dan Badung.
Sejak Ubud sepi wisatawan karena pandemi, banyak gepeng berpindah ke Kota Gianyar.
Mereka bisa dibilang nekat karena kerap mangkal di areal dekat Kantor Satpol PP Gianyar.
Mereka pun dijaring petugas dengan mudah tanpa harus kejar-kejaran ke semak-semak.
Pada 11 Mei 2021 lalu, Satpol PP Gianyar mengamankan sebanyak 33 gepeng. Semuanya berasal dari Tianyar, Karangasem.
Dari total tersebut, 20 orang masih anak-anak, termasuk balita yang selalu diajak untuk memancing simpati warga.
Kapala Dinas Satpol PP Gianyar, I Made Watha mengatakan, para gepeng ini merupakan wajah lama yang sebelumnya beroperasi di Ubud.
Bahkan, Watha mengaku sampai hafal karena sering menertibkannya.
Baca juga: Pengemis di Gianyar Punya Pos Masing-masing, Ajak Anak-anak dan Bayi Cari Empati
"Hari ini kami tertibkan 30-an gepeng, dan sudah langsung kami angkut dengan truk untuk ditindaklanjuti oleh Dinas Sosial," ungkapnya.
“Beberapa kami identifikasi sudah lebih dari lima kali ditertibkan namun datang lagi. Tidak kapok-kapok,” ujarnya.
Di kawasan Kota Gianyar ini, para gepeng telah memiliki pos masing-masing.
Gepeng dewasa beroperasi di toko-toko modern ataupun fasilitas umum yang ramai pengunjung.
Setiap gepeng dewasa mengajak dua hingga tiga anak-anak.
Ia mengontrol dari emper toko sembari berpura-pura sebagai pedagang keliling yang sedang beristirahat.
Sementara itu, di wilayah Badung, per Maret 2021 lalu, Satpol PP Kabupaten Badung telah mengamankan 108 orang gepeng sejak awal tahun ini.
Ratusan gepeng tersebut sebelumnya tersebar di beberapa kecamatan yang ada di Badung.
Jumlah tersebut disebut-sebut meningkat 10 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Adapun pada triwulan pertama di tahun sebelumnya jumlah gepeng yang diamankan diangka 70 orang.
"Kalau dilihat, ada peningkatan jumlahnya, mungkin karena pandemi dan ekonomi yang sulit ini," kata Kepala Satpol PP Badung I Gusti Agung Ketut Suryanegara, Minggu 28 Maret 2021.
"Meningkat sekitar 10 persen dari tahun lalu. Selain Gepeng kami juga mengamankan anak punk 4 orang, pengamen 4 orang, orang terlantar 1 orang, termasuk juga ODGJ," bebernya.
Suryanegara menyebut, gepeng-gepeng tersebut kebanyakan berasal dari Munti Gunung, Medahan, Karangasem.
Ia merinci, pada Januari 2021 terjaring sidak sebanyak 63 gepeng, Februari sebanyak 43 gepeng, dan Maret yang baru tertangkap sebanyak 2 orang.
"Jadi gepeng-gepeng tersebut merupakan orang lama yang sudah sering tertangkap," kata dia.
Fakta menariknya, tahun ini ada penambahan gepeng akibat kehilangan pekerjaan.
Bahkan ada yang dulunya bekerja di spa, kini karena kehilangan pekerjaan mereka terpaksa mengemis.
Gepeng di Badung kerap ditemukan tersebar di sejumlah titik, yakni simpang Jalan Nakula, simpang Jalan Imam Bonjol, perempatan Patih Jelantik, perempatan Merta Nadi dan simpang Jalan By Pass Ngurah Rai tepatnya di depan Benoa Square.
"Beberapa dari gepeng baru adalah mereka yang dulunya bekerja di spa namun karena kehilangan pekerjaan mereka alih profesi sebagai pengemis," ucapnya. (ian/weg/gus)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/gepeng-pengasong-cilik-pengemis-di-denpasar.jpg)