Breaking News:

Berita Buleleng

Penuhi Target Vaksin 70 Persen, Satgas Buleleng Gunakan Pola Tuntas Kecamatan

Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng akan menggunakan pola tuntas kecamatan, untuk memenuhi target 70 persen masyarakat Buleleng tervaksin Covid-19.

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Sekda Buleleng, Gede Suyasa, saat ditemui pada Kamis 18 Maret 2021 - Pemkab Buleleng Serahkan Penyelidikan Dugaan Korupsi Rumah Dinas Mantan Sekda ke Kejati Bali 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng akan menggunakan pola tuntas kecamatan, untuk memenuhi target 70 persen masyarakat Buleleng tervaksin Covid-19.

Pola tuntas ini akan mulai dilaksanakan di Kecamatan Gerokgak, hingga 10 hari kedepan. 

Seperti diketahui, pemerintah pusat dan menargetkan sebanyak 578 jiwa atau 70 persen dari total jumlah penduduk di Buleleng tervaksin Covid-19. Sementara hingga saat ini, jumlah warga yang sudah divaksin baru berjumlah 160 ribu orang.

Sekda Buleleng juga sebagai Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa pada Kamis (10/6) mengatakan, vaksinasi ditargetkan menyasar kepada 578 jiwa, atau 70 persen dari total jumlah penduduk Buleleng. 

Untuk dapat mengejar target tersebut, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana pun memutuskan agar vaksinasi dilakukan dengan pola tuntas per kecamatan.

Alami KIPI Setelah Disuntik Vaksin Covid-19 di Buleleng Bali, Dwarsa Ngaku Trauma Divaksinasi

Target Vaksinasi Rampung Juli 2021, Koster Mohon ke Presiden Jokowi Tambahan 3 Juta Vaksin Covid-19

Sebagai langkah awal, vaksinasi pola tuntas ini akan mulai dilaksanakan di Kecamatan Gerokgak. Setelah itu Kecamatan Seririt, lalu kecamatan lain yang memiliki destinasi pariwisata.

"Di gudang farmasi saat ini kami masih memiliki 50 ribu dosisi vaksin. Ini akan disalurkan di Kecamatan Gerokgak, sehingga 70 persen warganya dapat tervaksin. Vaksinasi akan dilakukan kepada warga berusia 18 tahun keatas,  selama 10 hari di masing-masing balai desa," terangnya. 

Suyasa juga tidak memungkiri hingga saat ini jumlah lansia yang sudah tervaksin masih sedikit, yakni berjumlah 24 ribu orang, dari total 70 ribuan orang.

Ini terjadi lantaran para lansia itu rata-rata memiliki komorbid, dan sudah renta sehingga sulit menuju ke lokasi vaksinasi. Untuk itu, dengan pola tuntas per kecamatan ini, Suyasa berharap jumlah lansia yang tervaksin dapat bertambah.

Sebab, vaksinasi kini dilaksanakan di setiap desa, bukan di puskesmas.

"Dengan mendekatkan titik vaksinasi, kami berharap jumlah lansia yang tervaksin mulai bertambah," katanya. 

Disisi lain, perkembangan Covid-19 di Buleleng pada Kamis (10/6), terdapat penambahan tujuh kasus baru terkonfirmasi.

Dengan rincian dua orang asal Kecamatan Buleleng, satu orang asal Kecamatan Sukasada, tiga orang asal Kecamatan Banjar, serta satu orang lainnya asal Kecamatan Seririt. 

Selain penambahan kasus baru terkonfirmasi,terdapat pula penambahan lima pasien Covid yang telah dinyatakan sembuh. Dengan demikian sisa pasien Covid yang masih dirawat saat ini berjumlah 41 orang

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved