Breaking News:

Berita Bali

KRONOLOGI 1 WBP Lapas Perempuan Kelas II A Kerobokan Tewas Setelah Konsumsi Minuman Oplosan

Dari 21 orang WBP Lapas Perempuan Kelas II A Kerobokan yang dirawat, 1 orang tewas. Terkait kejadian ini Kepala Lapas (Kalapas) Perempuan Kelas II A

Penulis: Putu Candra | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Tribun Bali/Putu Candra
Suasana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas II A Kerobokan setelah 21 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dilarikan ke RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, Jumat 11 Juni 2021. 

Lili menegaskan, pengawasan dilakukan dengan sangat ketat.

Diduga mereka memporeh desinfektan dengan cara mencuri saat melakukan kegiatan bersih-bersih.

"Pengawasan kami sangat ketat. Mereka mengambil desinfektan itu dari gudang. Mereka ini menyalahgunakan cairan desinfektan itu dicampur dengan minuman sari buah dan dibagi ke warga binaan lainnya," kata Lili.

"Adanya disinfektan di lapas, karena kondisi pandemi Covid-19 ini kami rutin melakukan bersih-bersih. Jadi warga binaan wajib membersihkan kamarnya agar terhindar dari Covid-19. Mereka bersih-bersih tetap kami awasi. Tapi ternyata mereka sembunyi-sembunyi mencuri desinfektan, dan disalahgunakan untuk mabuk-mabukan," sambungnya.

Saat ini pihaknya masih terus memantau kondisi para WBP yang dirawat.

Lili mengatakan, akan dilakukan pemeriksaan setelah para WBP itu kembali sehat.

"Siapa yang mengoplos belum kami periksa. Ada 1 orang yang diduga mengoplos kondisi masih kritis di RS. Dari semalam saya terus mengontrol kondisi mereka yang dirawat. Nanti kami cek lagi ke RS perkembangan kondisi mereka yang dirawat. Karena mereka masih dirawat. Jadi belum kami pemeriksa," ujarnya.

Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kantor Wilayah Hukum dan HAM (Kanwilhumham) Bali, Suprapto mengatakan, atas kejadian ini, dipastikan pelaku pengoplosan cairan desinfektan dengan serbuk minuman kemasan ini akan dijatuhi sanksi.

"Pelaku pengoplos akan kami kenakan sanksi. Nanti setelah kami periksa dan terbukti. Itu larangan apalagi melanggar dan menimbulkan korban orang lain atau korban jiwa," tuturnya saat ditemui di Lapas Perempuan Kelas II A Kerobokan, Jumat.

"Sanksi jelas, hak-haknya seperti remisi, PB, CB bahkan asimilasi pun akan ditunda. Risikonya sanksi cukup berat. Sanksi akan kami terapkan setelah diperiksa dan terbukti. Untuk mereka yang lainnya hanya ikut-ikutan. Mereka itu korban, karena mengira itu hanya minuman sari buah," imbuh Suprapto.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved