Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Usulan Munas Kadin di Kendari Ditunda Menguat

Pemerintah terus mengingatkan masyarakat agar selalu waspada, menyusul meningkatnya kasus Covid-19 belakangan ini.

Pexels
Ilustrasi Covid-19 - Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Usulan Munas Kadin di Kendari Ditunda Menguat 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah terus mengingatkan masyarakat agar selalu waspada, menyusul meningkatnya kasus Covid-19 belakangan ini.

Hal itu diungkapkan Airlangga Hartato, selaku Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), seperti dikutip tribunbali.com, Rabu 16 Juni 2021.

Airlangga menegaskan kasus Covid-19 meningkat di 15 provinsi di Indonesia.

Sementara itu, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menilai meningkatnya Covid-19 akibat kesalahan bersama.

Baca juga: BCL: Saya Tak Pernah Sampaikan Terpapar Covid-19 Setelah Liburan di Bali, Jadilah Orang Cerdas!

Pimpinan tidak memberikan teladan yang baik, sehingga masyarakat ikut mencontoh.

"Mari kita renungan. Para elit dan pimpinan harus memberi contoh disiplin terhadap prokes, kalau tidak kasus Covid akan terus meningkat,"kata Luhut prihatin.

Sementara itu, Dicky Budiman, ahli epidemiologi Universitas Friffith Australia mengatakan jumlah orang terjangkit Covid-19 bisa mencapai puncaknya di bulan Juni ini, diperkirakan 50 ribu hingga 100 ribu orang per hari.

"Tingginya penyebaran Covid karena akumulasi. Gelombang pertama belum selesai, klaster-klaster tidak bisa diprediksi, sehingga pandemi terus memanjang," kata Dicky.

Meningkatnya kasus Covid-19 itu, tak ayal, membuat usulan agar Musyawarah Nasional (Munas) Kamar Dagang & Industri (Kadin) Indonesia ke-VIII pada 30 Juni 2021, di Kendari, ditunda semakin menguat.

"Anggota Kadin harus menjalankan imbauan Pemerintah untuk mengendalikan Covid-19. Sebaiknya Kadin jangan dulu membuat hajatan Munas, yang berpotensi membuat kerumunan," kata Ketum Kadin Papua Barat, Imanuel Yenu, dalam keterangannya.

Pendapat Imanuel Yenu itu dilandasi imbauan Kepala BNPB, sekaligus Ketua Satgas Covid-19, Ganip Warsito, Minggu 13 Juni 2021, yang merekomendasi 6 poin untuk mengendalikan Covid-19.

Salah satunya pembatasan kegiatan dari mulai hajatan sampai wisata religi, selain disiplin melaksanakan 3K (Kaji Informasi, Kembangkan sumber daya dan Kelola emosi), 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak), testing, dan ketersediaan Rumah Sakit, alat kesehatan serta obat-obatan.

Di sisi lain, dr. Wiku Disasmita selaku Juru Bicara Satgas Covid-19 menegaskan, sebaiknya acara yang berpotensi menimbulkan kerumunan, seperti Munas sebaiknya ditunda dulu.

"Pada prinsipnya aktivitas masyarakat tidak boleh menimbulkan kerumunan dan tetap mengedepankan protokol kesehatan. Jika penyelenggara sebuah event besar belum yakin untuk berkomitmen sepenuhnya dengan aturan tersebut, lebih baik acara tersebut ditunda," tegas Wiku.

Ketua Kadin Jawa Barat, Cucu Sutara mengatakan, jajaran Pengurus dan Dewan Pertimbangan Kadin Jabar, melalui rapat, sepakat bila Munas Kadin ke-VIII di Kendari ditunda.

"Covid meningkat, kita harus jaga kesehatan bersama. Jangan sampai orang Kadin justru membuat klaster baru. Sia-sialah kerja keras Kadin membantu pemerintah melalui vaksin gotong royong," tegas Cucu.

Baca juga: Kasus Covid-19 Meningkat Disejumlah Daerah, Munas Kadin di Kendari Sebaiknya Ditunda

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved